Menaklukkan Algoritma Menolak Narkoba, Jalan Cerdas Pemuda Salakan Menuju Cita-Cita

  • Oct 12, 2025
  • Adnan Nurtjahjo
  • Pemuda

Sleman – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sleman bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sleman menggelar pembinaan bagi generasi muda Padukuhan Salakan. Kegiatan ini bertujuan membekali para pemuda agar terhindar dari penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang dengan memanfaatkan literasi digital.

Acara berlangsung di Pendhapa Omah Lamiri Keditan, Gamping, pada Minggu (12/10/2025).

Ketua DPRD Kabupaten Sleman, Y. Gustan Ganda, menjelaskan bahwa di era digital, pemuda perlu memahami cara kerja algoritma media sosial. Menurutnya, algoritma bukan untuk dilawan, melainkan dipahami untuk menjaga diri dari pengaruh negatif.

“Bagi pemuda yang cerdas, memahami cara kerja algoritma justru menjadi kunci agar cita-citanya tak terkubur di balik tumpukan konten yang viral sesaat,” ujar Ganda.

“Dengan kemandirian berpikir, semangat belajar, dan gaya hidup sehat, mereka bisa menggapai impian.”

Ganda mengingatkan, media sosial sering menjadi jalur penyebaran gaya hidup berisiko, termasuk penyalahgunaan narkoba.

“Dengan memahami cara kerja algoritma, pemuda Salakan diharapkan dapat mengendalikan apa yang mereka konsumsi, memilih konten positif, dan menghindari jebakan yang bisa merusak masa depannya,” sambungnya.

Kepala Sub Bagian Umum BNN Kabupaten Sleman, Dayu Purnama Adianingsih, menegaskan bahwa kedisiplinan digital sejalan dengan kewaspadaan terhadap bahaya narkoba.

“Bahaya narkoba tak hanya merusak tubuh, tetapi juga menghancurkan cita-cita dan masa depan,” katanya.

Dayu juga menjelaskan, algoritma dapat menjadi alat bantu untuk membangun kesadaran bahaya narkoba. Melalui konten edukatif yang dikelola dengan strategi algoritmik, pesan bahaya narkoba dapat menjangkau lebih banyak pemuda.

“Di sinilah pentingnya kemampuan digital menjadi senjata untuk melindungi diri dan sesama dari ancaman nyata,” tegas Dayu.

Melalui kegiatan ini, pemuda Salakan diharapkan memiliki pemahaman digital yang kuat dan kesadaran tinggi terhadap bahaya narkoba, sehingga mampu menata hidupnya menuju masa depan yang lebih baik. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)