Bantu Dongkrak Produktivitas Warga, Komunitas OPSI Salurkan 140 Kacamata Gratis di Gamping Sleman
- Jun 21, 2026
- Adnan Nurtjahjo
- Kesehatan
Sleman — Keterbatasan ekonomi sering kali menjadi faktor utama yang menghambat masyarakat dalam memenuhi kebutuhan alat bantu kesehatan visual yang standar. Menyadari urgensi tersebut, Komunitas Optometris Sejati Indonesia (OPSI) bergerak cepat dengan menyalurkan 140 unit kacamata korektif secara gratis kepada warga. Aksi kemanusiaan bertajuk program Peduli Penglihatan ini dilaksanakan di Kronggahan I, Kalurahan Trihanggo, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, pada Minggu (21/6/2026).
Fokus utama dari peristiwa ini menyoroti dampak nyata pemberian alat bantu optik dalam memulihkan roda ekonomi dan produktivitas harian masyarakat di tingkat akar rumput. Gangguan refraksi mata seperti rabun jauh dan rabun dekat yang tidak tertangani terbukti menurunkan performa kerja para buruh, menghambat proses belajar anak sekolah, serta membahayakan keselamatan lansia saat beraktivitas. Melalui pembagian kacamata gratis yang disesuaikan dengan hasil pemeriksaan klinis per individu ini, hambatan fisik tersebut dicoba dituntaskan secara instan.
Program sosial yang menyedot antusiasme ratusan pemohon ini berhasil terealisasi berkat kerja sama taktis dengan Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh (Lazisnu) Trihanggo serta Muslimat Nahdlatul Ulama Trihanggo. Sinergi ini memangkas jarak birokrasi layanan kesehatan dengan membawa langsung para tenaga ahli dan laboratorium optik mini ke tengah pemukiman warga.
Ketua Panitia Bakti Sosial, Suhartono, memaparkan bahwa indra penglihatan merupakan aset biologis yang paling sering diabaikan perawatannya oleh masyarakat pedesaan. Mayoritas warga baru mencari bantuan medis ketika kondisi kerusakan mata sudah memasuki fase kronis atau mengganggu fungsi mobilitas.
“Kehadiran kacamata yang sesuai dengan kebutuhan diharapkan dapat membantu aktivitas sehari-hari masyarakat menjadi lebih optimal. Kemampuan melihat dengan baik sangat berpengaruh terhadap produktivitas, keselamatan, serta kualitas hidup seseorang, baik di lingkungan kerja maupun dalam kehidupan sosial,” ujar Suhartono saat memantau jalannya pembagian kacamata.
Guna melengkapi aksi intervensi fisik tersebut, jalannya acara juga disisipi dengan kelas edukasi kesehatan preventif yang dipandu oleh perwakilan anggota OPSI, Ryandi Ferdiyansah. Ia mengedukasi warga mengenai pentingnya menjaga jarak pandang saat membaca, membatasi durasi paparan radiasi layar gawai, serta mengonsumsi makanan tinggi vitamin A demi menghambat laju penambahan minus atau plus pada lensa mata.
“Bagi sebagian warga, kacamata merupakan kebutuhan penting yang terkadang sulit dipenuhi karena keterbatasan biaya. Dengan bantuan yang kami berikan, mereka dapat kembali beraktivitas dengan lebih nyaman dan percaya diri,” kata Ryandi Ferdiyansah menjabarkan target sosial pasca-pemberian kacamata.
Respons positif juga diutarakan oleh Ketua Muslimat Nahdlatul Ulama Ranting Trihanggo, Haryani Mufidah. Ia menilai aksi jemput bola dari para optometris ini menjadi bentuk kontribusi nyata dalam mendongkrak indeks kesehatan masyarakat Sleman. Jaminan penglihatan yang jernih diyakini berbanding lurus dengan peningkatan kualitas ibadah khusyuk serta kesejahteraan pendapatan domestik keluarga.
“Lewat pembagian 140 kacamata gratis ini, kami berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan mata semakin meningkat. Harapannya, kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak warga, sehingga manfaat layanan kesehatan mata dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat,” tutur Haryani Mufidah penuh harap.
Melalui keberhasilan penyaluran ratusan alat bantu visual ini, OPSI bersama badan otonom NU Trihanggo telah meletakkan standar baru dalam pelaksanaan aksi filantropi yang berbasis pemenuhan kebutuhan dasar ilmiah. Langkah terpadu ini diharapkan mampu menginspirasi asosiasi profesi medis lainnya untuk turun ke desa-desa, guna memastikan seluruh lapisan masyarakat mendapatkan hak kesehatan yang adil dan merata. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)