Bentengi dari Radikalisme, FKDM Gamping Ikuti Sosialisasi Bakesbangpol Sleman
- Feb 10, 2026
- Adnan Nurtjahjo
- Keamanan
Sleman - Pemerintah Kapanewon Gamping menggelar kegiatan sosialisasi kewaspadaan dini masyarakat sebagai upaya memperkuat ketahanan wilayah dan menjaga stabilitas keamanan lingkungan. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Wirasuta Lantai II, Gamping, Kabupaten Sleman, Selasa (10/2/2026) melibatkan pengurus dan anggota Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM).
Sosialisasi terlaksana berkat kolaborasi antara Pemerintah Kapanewon Gamping, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Sleman yang dinilai penting dalam membangun sistem kewaspadaan dini yang terintegrasi di tingkat masyarakat.
Panewu Gamping, Suyanto dalam sambutannya menegaskan bahwa kewaspadaan dini masyarakat merupakan fondasi utama dalam mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban. Menurutnya, dinamika sosial yang terus berkembang menuntut masyarakat untuk lebih peka terhadap berbagai indikasi permasalahan yang dapat mengganggu kondusivitas wilayah.
Sementara itu, Kepala Bidang Penanganan Konflik dan Kewaspadaan Nasional Bakesbangpol Sleman, Bagus Jalu Anggara menyampaikan bahwa kewaspadaan dini bukan semata tanggung jawab aparat, melainkan membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat. Ia menekankan pentingnya peran Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) sebagai wadah deteksi dan pelaporan dini terhadap potensi konflik sosial.
Dirinya juga menguraikan dampak pembangunan regional sehingga Kapanewon Gamping menjadi bagian dari aglomerasi Yogyakarta, artinya Kapanewon Gamping ikut merasakan efek pembangunan regional baik peluang ekonomi, peningkatan nilai lahan, maupun tantangan seperti kepadatan penduduk, kemacetan, dan tekanan lingkungan.
Yang tak kalah penting, para orang tua harus waspada terhadap remaja yang terpapar radikalisme dan ekstremisme yang tidak bisa dilepaskan dari posisi remaja sebagai kelompok usia yang sedang mencari jati diri, mudah dipengaruhi, dan sangat aktif di ruang digital. Menurutnya, kewaspadaan ini menjadi krusial karena dampaknya bukan hanya pada individu, tetapi juga pada ketahanan sosial dan keutuhan bangsa.
“Pola komunikasi terbuka di keluarga, pendidikan karakter dan kebangsaan di sekolah, serta lingkungan sosial yang inklusif dapat menjadi benteng awal menangkal paham radikal,” tegas Jalu Anggara dihadapan puluhan anggota FKDM Gamping.
Sementara itu, AKP Bowo Susilo selaku Kepala Kepolisian Sektor Gamping mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya, terutama yang beredar melalui media sosial.
“Literasi digital dan komunikasi yang baik antar warga dinilai menjadi kunci dalam mencegah penyebaran hoaks yang dapat memicu keresahan,” tandasnya.
Komandan Koramil 17/Gamping, Kapten Infanteri Wahyani menambahkan bahwa peran masyarakat sebagai mitra TNI dan Polri sangat strategis dalam menjaga keamanan wilayah. Ia mengajak seluruh anggota FKDM Gamping untuk memperkuat semangat gotong royong dan kebersamaan sebagai modal sosial dalam menciptakan lingkungan yang aman dan harmonis.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kapanewon Gamping berharap kesadaran dan kapasitas masyarakat dalam kewaspadaan dini semakin meningkat. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat, diharapkan wilayah Gamping tetap kondusif serta mampu menghadapi berbagai tantangan sosial secara dini dan preventif. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)