BIDPROPAM DIY Gandeng Pemkal Nogotirto Tanam Jagung demi Ketahanan Pangan
- Sep 26, 2025
- Adnan Nurtjahjo
- Pertanian
Sleman – Bidang Profesi dan Pengamanan Kepolisian Daerah DIY melalui Kepolisian Sektor Gamping melaksanakan penanaman jagung di lahan milik Pemerintah Kalurahan Nogotirto, Jumat (26/9/2025). Tanah Kas Desa Nogotirto seluas satu hektar yang terletak di Jalan Bendo Panggungan, Nogotirto, Kabupaten Sleman tersebut ditanami jagung agar lahan tidak dibiarkan kosong dan sia-sia.
Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan Kepolisian Daerah DIY, Komisaris Besar Polisi Satya Widhy Widharyadi mengatakan bahwa kegiatan dilakukan untuk mengimplementasikan pengawasan khusus program prioritas tahun anggaran 2025.
Pihaknya melalui Kepolisian Sektor Gamping dan Bhabinkamtibmas Nogotirto, Aiptu Eko Yulianto menggandeng Panti Asuhan Yatim Piatu dan Duafah Al-Idris Nogotirto sebagai pelaksana teknis budidaya tanaman jagung berupaya mengoptimalkan sumber daya yang ada untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus pembangunan ekonomi lokal.
Prosesi penanaman benih jagung diawali oleh Komisaris Besar Polisi Satya Widhy Widharyadi bersama Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Gamping, AKP Bowo Susilo, Komandan Koramil 17/Gamping, Mayor Armed Istachori, Panewu Anom Gamping, Hery Subagio, dan Lurah Nogotirto, H. Faizin menggunakan alat khusus penanam benih jagung bantuan Kepala Kepolisian Republik Indonesia dan Gubernur DIY dalam rangka ketahanan pangan.
“Penanaman jagung di lahan Tanah Kas Desa Nogotirto menjadi bukti nyata program prioritas Polri dapat menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat, sekaligus membangun kepercayaan publik,” ucap Kombes Satya.
Sementara itu, AKP Bowo Susilo selaku Kapolsek Gamping berharap momentum penanaman jagung juga menumbuhkan semangat gotong royong. Kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak sekadar formalitas, melainkan keterlibatan nyata dalam aktivitas produktif.
“Kebersamaan di lapangan memperlihatkan bahwa sinergi antara aparat dan rakyat dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat untuk jangka pendek maupun jangka panjang,” ungkapnya.
Bagi warga Nogotirto, kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa Polisi tidak hanya berfungsi sebagai penegak hukum, namun juga sebagai mitra pembangunan. Implementasi program di lapangan semacam ini sekaligus mengubah wajah pengawasan internal Polisi untuk bertransformasi dalam membangun citra positif dan kedekatan dengan masyarakat.
Bhabinkamtibmas Nogotirto, Aiptu Eko Yulianto menganggap keterlibatan masyarakat dalam penanaman jagung membuka ruang dialog yang lebih cair dengan aparat. Warga dapat menyampaikan aspirasi, sementara Polisi mendapatkan kesempatan untuk mendengar langsung kebutuhan dan permasalahan yang ada di lapangan.
“Interaksi semacam ini membangun rasa percaya, yang menjadi fondasi penting bagi terciptanya keamanan dan ketertiban,” terangnya.
Pemanfaatan lahan kosong untuk ditanami jagung menunjukkan komitmen pada prinsip keberlanjutan. Tanah yang sebelumnya tidak termanfaatkan kini diharapkan memberikan hasil nyata, sekaligus menjaga kualitas lingkungan dengan menghindari degradasi lahan.
Kegiatan ini menyampaikan pesan moral bahwa pengawasan tidak melulu soal menegakkan aturan, tetapi juga soal menghadirkan manfaat bagi kehidupan masyarakat. Dengan cara inilah, Polisi menunjukkan komitmennya untuk hadir secara humanis, responsif, dan produktif dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)