Bupati Sleman Resmikan Awal Pembangunan Kampus Terpadu Universitas Janabadra

  • May 02, 2026
  • Adnan Nurtjahjo
  • Pendidikan

Sleman — Peletakan batu pertama pembangunan Kampus Terpadu Universitas Janabadra menjadi momentum penting dalam penguatan infrastruktur pendidikan tinggi di Kabupaten Sleman. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu (2/5/2026) di lokasi pembangunan yang berada di Jalan Kabupaten, Trihanggo, Gamping, Sleman.

Kegiatan dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah diantaranya Bupati Sleman, Harda Kiswaya, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Sleman, Gustan Ganda, Panewu Gamping, Suyanto, Kepala Kepolisian Sektor Gamping, AKP Bowo Susilo, Komandan Koramil 17/Gamping, Kapten Infanteri Wahyani, Ketua Aptisi, Prof. H.M. Budi Djatmiko, Ketua Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah V Yogyakarta, Prof. Setyabudi Indartono, Ketua Umum Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia Yogyakarta, Teguh Wijono Budi Prasetijo, jajaran pengurus Yayasan dan pimpinan Universitas Janabadra, serta tokoh masyarakat.

Prosesi peletakan batu pertama dilakukan secara simbolis oleh Bupati Sleman, Harda Kiswaya sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah daerah terhadap pengembangan sektor pendidikan. Tindakan ini tidak hanya menandai dimulainya pembangunan fisik, tetapi juga menjadi sinyal kuat komitmen kolaboratif antara pemerintah dan institusi pendidikan dalam menciptakan pusat pembelajaran yang berkualitas.

Usai peletakan batu pertama, dilanjutkan dengan penanaman pohon bodhi di area kampus. Penanaman pohon tersebut memiliki makna filosofis yang mendalam, yakni sebagai simbol pertumbuhan, kebijaksanaan, dan keberlanjutan. Dalam konteks pembangunan kampus, pohon bodhi merepresentasikan harapan agar institusi ini mampu berkembang menjadi pusat ilmu pengetahuan yang memberi manfaat luas bagi masyarakat.

Menurut Harda Kiswaya, pembangunan Kampus Terpadu Universitas Janabadra dinilai strategis karena akan mengintegrasikan berbagai fasilitas akademik dalam satu kawasan. Konsep terpadu ini memungkinkan efisiensi operasional, peningkatan kualitas layanan pendidikan, serta penguatan interaksi antar disiplin ilmu yang semakin dibutuhkan dalam menghadapi tantangan global.

“Keberadaan kampus terpadu diharapkan dapat menjadi katalis pertumbuhan ekonomi lokal. Aktivitas mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan akan mendorong perputaran ekonomi di sekitar wilayah Gamping, mulai dari sektor hunian, kuliner, hingga jasa penunjang lainnya. Dampak ini menjadi nilai tambah signifikan bagi masyarakat sekitar,” jelasnya.

Selain itu, dari perspektif tata ruang, pembangunan ini turut mendukung pengembangan wilayah barat Sleman sebagai kawasan pendidikan dan permukiman yang terencana. Infrastruktur kampus yang modern dan berkelanjutan akan meningkatkan daya tarik kawasan serta memperkuat posisi Sleman sebagai salah satu pusat pendidikan unggulan di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Lebih lanjut, Harda Kiswaya menegaskan bahwa investasi di bidang pendidikan merupakan fondasi utama pembangunan jangka panjang. Ia menyampaikan harapannya agar Kampus Terpadu Universitas Janabadra mampu mencetak lulusan yang kompeten, berintegritas, dan adaptif terhadap perubahan zaman.

Dengan dimulainya pembangunan ini, Universitas Janabadra memasuki fase baru dalam perjalanan institusionalnya. Peletakan batu pertama dan penanaman pohon bodhi menjadi simbol awal dari transformasi menuju kampus yang lebih modern, inklusif, dan berdaya saing, sekaligus menegaskan peran strategis pendidikan tinggi dalam pembangunan daerah dan nasional. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)