Dapur Umum Tagana Sleman Hadir Sebagai Bentuk Kolaborasi Penyelenggaraan AKF 2025
- Nov 23, 2025
- Adnan Nurtjahjo
- Relawan
Sleman – Di tengah barisan stan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), panggung seni, dan kerumunan warga, sebuah fasilitas vital turut hadir dalam peringatan hari jadi ke-270 Kalurahan Ambarketawang, Minggu (23/11/2025). Fasilitas tersebut adalah mobil dapur umum milik Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Sleman.
Kehadiran mobil dapur umum di Ambarketawang Kalcer Festival 2025 ini bukan sekadar pelengkap, melainkan wujud nyata kesiapsiagaan sosial dalam sebuah festival budaya.
Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kapanewon Gamping, Tajik Sudarmaji, menekankan bahwa mobil dapur umum Tagana menjadi tulang punggung penyediaan konsumsi cepat saji bagi panitia, relawan, masyarakat umum, hingga petugas keamanan yang bekerja sejak siang hingga malam hari.
“Tagana memastikan kebutuhan itu terpenuhi dengan efisien, higienis, dan tepat waktu,” ujar Tajik.
Meskipun dapur umum Tagana dirancang untuk merespons bencana, kehadirannya di festival ini menunjukkan fungsi sosial yang luas. Di balik aroma masakan yang mengepul, para personel Tagana menyiapkan menu sederhana namun bergizi bagi petugas lapangan yang membutuhkan energi untuk menjaga festival tetap berjalan aman dan tertib.
Lebih lanjut, Tajik menjelaskan bahwa partisipasi dapur umum Tagana juga memberikan edukasi tersendiri kepada masyarakat. Warga menjadi lebih memahami bahwa mobil ini adalah aset penting dalam mitigasi bencana.
Sementara itu, Lurah Ambarketawang, Sumaryanto, menuturkan bahwa keberadaan dapur umum Tagana menjadi bentuk kolaborasi yang memperkuat penyelenggaraan acara. Dengan dukungan logistik profesional, panitia dapat fokus pada pengelolaan acara.
“Ini menunjukkan bahwa kerja lintas instansi adalah kunci suksesnya kegiatan masyarakat,” tutur Sumaryanto.
Kehadiran mobil dapur umum ini juga menjadi simbol perhatian pemerintah daerah terhadap peristiwa budaya masyarakat. Partisipasi Tagana yang berada di bawah koordinasi Dinas Sosial, menegaskan bahwa pemerintah hadir bukan hanya pada saat krisis, tetapi juga dalam penguatan kegiatan sosial dan budaya.
“Solidaritas, kebersamaan, dan kemanusiaan menjadi nilai yang bergerak di balik riuhnya festival. Dari dapur umum inilah energi kebersamaan untuk Ambarketawang Gumilang ikut disajikan,” pungkas Sumaryanto. (Adnan Nurtjahjo/KIM Pararta Guna Gamping)