Dari Baca Menjadi Karya, Dinas Perpustakaan Sleman Dorong Kreativitas Pelaku UMKM

  • Nov 11, 2025
  • Adnan Nurtjahjo
  • Berita Pemerintahan, UMKM

Sleman - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman menggelar workshop bertajuk “Dari Baca Menjadi Karya.” Kegiatan yang berlangsung di Omah Kopi Cokrowijayan, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Selasa (11/11/2025) ini diikuti puluhan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dari wilayah Banyuraden dan sekitarnya. 

Workshop tersebut tidak sekadar membahas pentingnya literasi baca-tulis, melainkan mengajak peserta untuk mengubah kebiasaan membaca menjadi inspirasi nyata yang berujung pada karya kreatif dan peluang usaha baru.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman, Shavitri Nurmala Dewi dalam sambutannya, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata upaya pemerintah daerah dalam menguatkan ekosistem literasi produktif di kalangan pelaku UMKM. 

“Membaca bukan hanya aktivitas pasif, namun sumber ide, inovasi, dan semangat mencipta. Melalui membaca, pelaku usaha bisa menemukan peluang dan menciptakan nilai tambah dari apa yang sudah mereka miliki,” ujarnya.

Workshop yang dihadiri Panewu Gamping, Suyanto didampingi Lurah Banyuraden, Sudarisman ini dikemas secara interaktif, dengan menghadirkan fasilitator dari kalangan pegiat literasi dan wirausaha kreatif lokal. Peserta diajak berdiskusi, menulis ide, dan merancang produk yang terinspirasi dari bahan bacaan. Suasana kolaboratif terasa hangat, di mana pelaku UMKM berbagi pengalaman tentang bagaimana literasi bisa membantu mereka mengembangkan strategi branding, memperluas pasar, hingga menciptakan produk kekinian dan kemasan yang menarik.

Menurut Suyanto, kegiatan ini menjadi penting karena menempatkan literasi dalam konteks nyata kehidupan ekonomi masyarakat. Literasi bukan lagi sekadar kemampuan membaca dan menulis, melainkan kemampuan mengolah informasi menjadi ide, inovasi, dan tindakan produktif. 

“Dalam era digital yang serba cepat, pelaku UMKM dituntut untuk kreatif dan adaptif terhadap perubahan tren pasar, dan kegiatan seperti ini memberikan bekal penting bagi mereka untuk terus berkembang,” terangnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman, Christina Rini Puspitasari menekankan bahwa transformasi perpustakaan berbasis inklusif sosial diperlukan masyarakat. Perpustakaan bukan hanya menjadi tempat meminjam dan menyimpan buku, tetapi banyak terdapat kegiatan di dalamnya.

“Dari kegiatan baca menjadi karya ini, goalnya adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat. Misalnya, peserta dapat membuat makanan kekinian seperti Takoyaki dan Mille Crepes yang sebelumnya belum diketahui cara pembuatannya maupun bahan dasarnya,” tandasnya.

Rini menambahkan, selain mengasah kemampuan berpikir kreatif, workshop ini juga membangun semangat kewirausahaan berbasis budaya lokal. Pihaknya berupaya menjadikan literasi sebagai pintu masuk untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat. Peserta didorong untuk menggali kearifan lokal dan potensi daerah sebagai sumber inspirasi produk yang memiliki nilai jual tinggi.

Perpustakaan kini bertransformasi menjadi ruang kreatif yang membuka peluang kolaborasi lintas sektor antara pelaku usaha, komunitas, dan pemerintah daerah. “Dengan dukungan program literasi produktif seperti ini, perpustakaan dapat menjembatani dunia pengetahuan dengan dunia usaha,” pungkas Rini. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)