DBKS Sosialisasikan Keluarga Harmonis Sejahtera

  • Apr 26, 2018
  • Adnan Nurtjahjo
  • Berita Pemerintahan

Gamping – Kamis (26/4) pukul 08.30 WIB, Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sleman menyelenggarakan gerakan Pencanangan dan Pembinaan Desa Binaan Keluarga Sakinah (DBKS) di Aula Desa Nogotirto, Gamping.

Giat ini dihadiri oleh Kepala Bagian Kesra Kabupaten Sleman yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Pokja DBKS Kabupaten Sleman, H. Iriansya, Sekcam Gamping Rasyid Ratnadi Sosiawan, Kapolsek Gamping Kompol Herwinedi, Babinsa Nogotirto, Kantor Urusan Agama Kecamatan Gamping, Sekretaris Desa Nogotirto, Badan Perwakilan Desa Nogotirto, Tokoh Agama, serta Tim Penggerak PKK dan DBKS Nogotirto.

DBKS sendiri adalah program yang dilaksanakan oleh Kementerian Agama RI, yang terdiri dari tahap pencanangan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tujuannya untuk membina dan mensosialisasikan keluarga harmonis sejahtera serta penyelesaian masalah keluarga.

Kegiatan dibuka dengan pembacaan ayat-ayat suci Alquran oleh Muhammad Ihsanudin dan doa dipimpin oleh H. Ahmad Masruri, dilanjutkan dengan menyanyikan mars DBKS, mars BP4 serta Sleman Sembada.

Paparan disampaikan oleh Kepala Badan Amal dan Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sleman, H. Kriswanto sebagai narasumber. Dipandu moderator H. Subagyo, Kriswanto menuturkan bahwa ke depannya, setiap satu RW, akan ditetapkan kader DBKS melalui Surat Keputusan (SK) Kepala Desa, selanjutnya di dalam Satu desa, akan ada 2 dusun yang dijadikan sampling untuk mengikuti lomba DBKS.

Selain itu, Kriwanto juga menyinggung terkait penilaian lomba DBKS yang meliputi aspek keagamaan, ekonomi, kesehatan, pendidikan. Kriteria keluarga sakinah untuk lomba DBKS adalah usia pasangan minimal 20 tahun, bisa baca Alquran, pendidikan agamanya baik, memiliki penghasilan tetap, ekonomi keluarga bagus, tidak pernah berurusan dengan pihak kepolisian, hubungan suami istri harmonis, interaksi dengan tetangga, dan lingkungan terjalin baik.

“Selain itu, perlu adanya diskusi mengenai simulasi permasalahan rumah tangga, Program bina keluarga lansia, evaluasi keluarga harmonis dan sejahtera, serta perlu adanya komunikasi bersama Forum antar umat beragama peduli (Fabsedu,” beber Kriswanto.

Dalam kesempatan ini Baznas juga menginformasikan pula mengenai bantuan usaha bagi warga miskin yang memiliki usaha, serta bantuan kesehatan bagi fakir miskin yang memiliki penyakit kanker stadium 4 atau gagal ginjal.

Diakhir acara dilakukan penyerahan papan nama DBKS dari Kemenag Sleman kepada Sekdes Nogotirto. Seluruh jajaran desa, kecamatan, muspika kecamatan, dan masyarakat siap untuk mendukung suksesnya DBKS di Nogotirto. (Adnan Nurtjahjo)