Dorong Kemandirian Ekonomi Santri, Sejumlah Pondok Pesantren di Sleman Ikuti Bimtek Budidaya Lele

  • May 23, 2026
  • Adnan Nurtjahjo
  • Ekonomi

Sleman — Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus menggencarkan upaya strategis dalam memperkuat kemandirian ekonomi serta ketahanan pangan di lingkungan lembaga pendidikan keagamaan. Langkah konkret ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Budidaya Ikan Lele bagi Pondok Pesantren (Ponpes) se-Kabupaten Sleman Angkatan I yang diinisiasi oleh Dinas Kelautan dan Perikanan DIY.

Agenda pemberdayaan tersebut dipusatkan di kawasan perikanan Kelompok Budidaya Ikan (Pokdakan) Mina Ngremboko, Kapanewon Ngemplak, Kabupaten Sleman, pada Sabtu (23/5/2026). Pelatihan ini diikuti secara antusias oleh puluhan utusan santri dan pengelola dari berbagai pesantren di Sleman, di antaranya Ponpes Nurul Ishlahiyyah Ngemplak, Ponpes Ki Hajar Dewantara Ngemplak, Ponpes Al Qodir Cangkringan, Ponpes Insan Nafia Cangkringan, dan Ponpes Assalafiyyah Gamping.

Ketua Pokdakan Mina Ngremboko, Saptono, bertindak langsung sebagai pemateri utama yang memberikan pembekalan komprehensif. Ia memaparkan seluruh rangkaian teknik dasar budidaya ikan lele, mulai dari tata cara persiapan kolam yang ideal, penyortiran benih unggul, manajemen pemberian pakan, pemantauan kualitas air, hingga mitigasi pencegahan hama dan penyakit ikan.

Menurut Saptono, lingkungan pesantren menyimpan potensi sosiologis dan spasial yang sangat besar untuk dikembangkan menjadi pusat pangan mandiri. Keberadaan sumber daya manusia yang melimpah dan terorganisir menjadi modal utama dalam mengelola unit usaha perikanan air tawar yang produktif dan bernilai ekonomi tinggi.

“Budidaya ikan lele sengaja dipilih karena memiliki prospek pasar yang sangat menjanjikan serta teknis pemeliharaan yang adaptif. Komoditas lele ini sangat cocok dikembangkan di area pesantren karena tidak menuntut ketersediaan lahan yang luas dan memiliki siklus masa panen yang relatif singkat,” ujar Saptono di hadapan para peserta pelatihan.

Aktivitas bimtek dirancang secara interaktif, di mana para peserta tidak hanya dicekoki oleh materi teori di dalam kelas, melainkan langsung diterjunkan ke area kolam untuk melakukan praktik lapangan. Para santri diajak membedah langsung sistem tata kelola air dan pembenihan yang selama ini sukses diterapkan oleh Pokdakan Mina Ngremboko hingga mampu berkembang menjadi salah satu sentra perikanan unggulan.

Saptono menambahkan bahwa program intervensi ini memuat misi ganda. Selain berorientasi pada pemenuhan gizi internal dan penguatan finansial operasional lembaga, budidaya ikan lele ini diproyeksikan sebagai laboratorium hidup untuk mengasah jiwa kewirausahaan (entrepreneurship) para santri.

“Kami ingin para santri memiliki nilai tambah. Keterampilan praktis ini akan menjadi bekal wirausaha yang sangat berharga bagi mereka ketika nantinya lulus dan terjun kembali ke tengah-tengah masyarakat luas,” kata Saptono.

Langkah ini sekaligus merefleksikan keseriusan pemerintah daerah dalam membangun pola kolaborasi inklusif antara sektor pendidikan keagamaan dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Pendekatan berbasis pesantren dinilai menjadi instrumen yang sangat efektif untuk mempercepat penetrasi program kemandirian pangan hingga ke tingkat akar rumput.

Melalui penguatan kapasitas ini, pondok-pondok pesantren di Kabupaten Sleman diharapkan mampu bertransformasi menjadi pusat percontohan agribisnis perikanan di wilayahnya masing-masing. Sinergi ini ditargetkan dapat melahirkan ekosistem pesantren yang berdaya, di mana institusi keagamaan tidak hanya berfokus pada pembangunan moralitas dan spiritualitas, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak kesejahteraan ekonomi masyarakat sekitar. (Adnan Nurtjahjo/KIM Pararta Guna Gamping)