Gamping Peringati Hari Lahir Kasultanan Yogyakarta
- Nov 10, 2017
- Adnan Nurtjahjo
- Sejarah
Gamping – Jumat (10/11) pukul 15.00 WIB berlangsung peringatan hari bersejarah Kasultanan Yogyakarta di Taman Wisata Alam Gunung Gamping Ambarketawang. Acara yang diprakarsai oleh Dinas Kebudayaan DIY ini dimeriahkan dengan parade Bregada Rakyat Wiromartani Gamping Lor, Bregada Wiramanggala Mejing Lor, dan Bregada Pesanggrahan.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Umar Priyono, menyampaikan bahwa di Gunung Gamping Ambarketawang inilah Pangeran Mangkubumi yang bergelar Sultan Hamengku Buwana (HB) I bermukim selama setahun tepatnya dari 6 November 1755 sampai 7 Oktober 1756, sembari membangun Keraton Yogyakarta di Hutan Beringan, Desa Pacethokan, pada tilas Pesanggrahan Ayogya.
Sebuah versi legenda menceritakan Gunung Gamping sebagai tempat pertapaan sultan, di mana sultan mendapat penglihatan yang kemudian menuntunnya untuk membangun Keraton Yogyakarta dan dengan kapur dari Gunung Gamping ini pula Sultan HB I mendirikan Keraton Yogyakarta.
Karena peristiwa tersebutlah maka 10 November diperingati sebagai hari lahirnya Kasultanan Yogyakarta. Adapun para undangan yang hadir antara lain Camat Gamping, Abu Bakar, Kapolsek Gamping, Kompol Herwinedi, Sekretaris Camat Gamping, Rasyid Ratnadi, dan masyarakat setempat.
Dalam kesempatan ini, Ketua Penyelenggara Hari Peringatan Kasultanan Yogyakarta, Widihasto Wasono Putro mengabarkan kegiatan ini dimeriahkan dengan hiburan kesenian rakyat seperti Reog Gamping Kidul, Jathilan Kudopranesa Gamping Tengah, Tari Sesonderan, Tari Sintren dari Sanggar Puspito Sari Guyangan, serta Tari Angguk khas Kulonprogo.
Tampil juga pertunjukan dari dosen ISI GangSadewa, grup musik pimpinan Memet Chairul Slamet yang memadukan pertunjukan sastra baca puisi, melagukan puisi, dan tarian. Ketiganya menyatu diwarnai iringan musik kontemporer. Tak kalah uniknya yaitu penampilan wayang hip hop perpaduan antara pertunjukan wayang dan musik hip hop dengan lirik-lirik bahasa Jawa. (Adnan Nurtjahjo)