Gelar Seni Warnai Perpisahan MTs Yayasan Masyithoh Gamping Tahun Ajaran 2025/2026
- Jun 09, 2026
- Adnan Nurtjahjo
- Pendidikan
Sleman — MTs Yayasan Masyithoh Gamping menyelenggarakan kegiatan Perpisahan dan Gelar Seni Tahun Ajaran 2025/2026 di aula sekolah setempat, Selasa (9/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk melepas 44 siswa kelas IX yang telah menyelesaikan masa pendidikannya sekaligus menampilkan berbagai potensi dan kreativitas peserta didik melalui pertunjukan seni yang telah dipersiapkan secara matang.
Acara berlangsung meriah dan penuh haru dengan dihadiri oleh perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Sleman, Koramil Gamping, Dukuh Gamping Kidul, pengurus Yayasan Sekolah, Komite Sekolah, dewan guru, wali murid, serta Iptu Mamik Susanti mewakili Kepala Kepolisian Sektor Gamping. Suasana kebersamaan yang terjalin selama kegiatan mencerminkan kuatnya hubungan antara madrasah dan masyarakat dalam mendukung keberhasilan pendidikan generasi muda.
Kepala MTs Yayasan Masyithoh Gamping, Heni Ikawati dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan perpisahan bukan sekadar seremoni pelepasan siswa, melainkan bentuk penghargaan atas perjuangan dan kerja keras peserta didik selama menempuh pendidikan di madrasah.
“Momentum ini juga menjadi sarana refleksi atas berbagai capaian yang telah diraih selama tiga tahun terakhir,” ujarnya di hadapan tamu undangan.
Menurut Heni Ikawati, pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter, akhlak mulia, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman. Oleh karena itu, keberhasilan siswa harus dipandang secara menyeluruh, baik dari sisi pengetahuan maupun kepribadian.
Selain prosesi perpisahan, kegiatan Gelar Seni menjadi bagian yang tidak kalah penting. Berbagai penampilan seperti tari tradisional, musik, pembacaan puisi, drama, hingga pertunjukan kreatif lainnya berhasil memukau para hadirin. Penampilan tersebut menjadi bukti bahwa madrasah memberikan ruang yang luas bagi siswa untuk mengembangkan bakat dan minat di luar bidang akademik.
“Kegiatan gelar seni juga memiliki nilai edukatif yang tinggi karena mampu melatih rasa percaya diri, kemampuan berkomunikasi, kerja sama tim, serta keberanian tampil di depan publik. Kompetensi tersebut menjadi bekal penting bagi peserta didik dalam menghadapi tantangan pendidikan maupun kehidupan sosial di masa mendatang,” jelas Heni bersemangat.
Para wali murid menyambut positif penyelenggaraan kegiatan tersebut. Mereka menilai perpisahan dan gelar seni menjadi sarana untuk melihat secara langsung perkembangan putra-putri mereka selama belajar di madrasah. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat hubungan antara orang tua dengan pihak sekolah dalam mendukung proses pendidikan yang berkelanjutan.
Sementara itu, Iptu Mamik Susanti menegaskan bahwa kelulusan bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari langkah baru menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Di era yang penuh tantangan seperti saat ini, siswa dituntut untuk memiliki ilmu pengetahuan, keterampilan, karakter yang kuat, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan informasi yang sangat cepat.
“Sebagai generasi muda penerus bangsa, saya berpesan agar kalian senantiasa menjauhi berbagai perilaku negatif yang dapat merugikan masa depan, seperti penyalahgunaan narkoba, minuman keras, perundungan (bullying), tawuran, judi online, maupun penyalahgunaan media sosial. Gunakan teknologi secara bijak untuk hal-hal yang bermanfaat dan mendukung prestasi serta pengembangan diri,” ucapnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)