GP Ansor Gamping Tegaskan Pentingnya Peran Orang Tua Dalam Kaderisasi Pemuda NU

  • Mar 05, 2026
  • Adnan Nurtjahjo
  • Pemuda

Sleman — Peran orang tua dinilai sangat penting dalam mendorong generasi muda untuk aktif dalam organisasi kemasyarakatan, khususnya Gerakan Pemuda (GP) Ansor. Hal tersebut disampaikan Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kapanewon Gamping, Muhammad Firdaus saat mengikuti kegiatan Safari Tarawih Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Gamping yang berlangsung di Masjid Ali Siradj, Nogotirto, Gamping, Sleman, Kamis (5/3/2026).

Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa keluarga merupakan lingkungan pertama yang membentuk karakter dan arah pergaulan anak. Karena itu, dukungan orang tua sangat dibutuhkan agar anak-anaknya terlibat dalam kegiatan yang positif dan bermanfaat bagi masyarakat.

“GP Ansor sebagai badan otonom Nahdlatul Ulama yang bergerak di bidang kepemudaan memiliki peran strategis dalam membina generasi muda agar memiliki akhlak, wawasan kebangsaan, serta kepedulian sosial yang tinggi,” ungkap Firdaus.

Dijelaskan bahwa organisasi seperti GP Ansor tidak hanya menjadi wadah berkumpul bagi para pemuda, tetapi juga menjadi tempat pembelajaran kepemimpinan, penguatan nilai keagamaan, serta pengabdian kepada masyarakat.

“Melalui kegiatan-kegiatan organisasi, para pemuda dapat belajar tentang disiplin, tanggung jawab, serta pentingnya menjaga persatuan dan nilai-nilai keislaman yang moderat,” ujarnya di hadapan jama’ah tarawih.

Lebih lanjut, Firdaus berharap para orang tua tidak ragu untuk mendorong putra-putranya bergabung dengan GP Ansor maupun Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dan Rjalul Ansor, karena organisasi tersebut memiliki sistem kaderisasi yang jelas serta kegiatan yang terarah.

Bagi pemuda yang memiliki jiwa bertipe pemikir (thinker) dan berjiwa pemimpin (leadership oriented) bisa menjadi anggota GP Ansor. Lantaran organisasi ini tidak hanya menjadi wadah berkumpul pemuda, tetapi juga berfungsi sebagai ruang kaderisasi, penggerak sosial, dan penjaga nilai-nilai keagamaan serta kebangsaan di tengah masyarakat.

Sedangkan bagi mereka yang menyukai tugas lapangan, memiliki kesiapan fisik, mental, dan kedisiplinan yang tinggi dapat bergabung di Banser. Selain itu, calon anggota harus bersedia mengikuti Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Banser yang bertujuan membentuk mental, kedisiplinan, kemampuan dasar pengamanan, serta pemahaman nilai-nilai ke-NU-an dan kebangsaan.

“Adapun bidang Rijalul Ansor identik dengan kegiatan spiritual seperti tahlil, istighotsah, dzikir, shalawat, hadroh, dan doa bersama. Karena itu calon anggota biasanya adalah pemuda yang terbiasa mengikuti kegiatan keagamaan di masjid, mushola, atau majelis taklim,” sambung Firdaus.

Keterlibatan generasi muda dalam organisasi keagamaan menjadi salah satu cara efektif untuk menjaga keberlangsungan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah di tengah dinamika perkembangan zaman.

Melalui kegiatan tersebut diharapkan terbangun kesadaran bersama bahwa pembinaan generasi muda tidak hanya menjadi tanggung jawab organisasi, tetapi juga membutuhkan dukungan penuh dari keluarga dan masyarakat. Dengan sinergi tersebut, diharapkan lahir generasi muda yang berkarakter, religius, dan siap berkhidmat bagi agama, bangsa, dan negara. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)