GP Ansor Sleman Dorong Kemandirian Ekonomi Kader Melalui Halaqoh #3

  • Oct 12, 2025
  • Adnan Nurtjahjo
  • Keagamaan, Ekonomi

Sleman – Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Sleman menggelar Halaqoh #3 di kantor sekretariat PC GP Ansor Sleman pada Minggu (12/10/2025). Mengusung tema “Ansor Mandiri, Kuat, Berdaulat, dan Bermartabat”, acara ini menekankan pentingnya kemandirian ekonomi bagi kader muda Ansor.

Halaqoh ini menjadi forum penting bagi para kader dari 17 kapanewon untuk berdiskusi tentang strategi membangun basis ekonomi yang berkeadilan dan berkelanjutan.

Ketua PC GP Ansor Sleman, H.M. Najib Yuliantoro, menegaskan bahwa kemandirian ekonomi kader adalah fondasi untuk mewujudkan kedaulatan organisasi. “Kader Ansor harus punya daya tawar dan daya hidup yang kuat, bukan hanya dalam bidang spiritual dan sosial, tapi juga dalam ekonomi,” tegasnya.

Acara ini menghadirkan Ketua Dewan Penasehat GP Ansor Sleman, Dr. H. Ariyanto Nugroho, dan Wakil Ketua Bidang Ekonomi GP Ansor Sleman, H. Ihsanuddin. Mereka memberikan pencerahan tentang cara membangun kemandirian usaha.

“Harapannya, kemandirian yang diajarkan dalam tradisi Ansor dapat diterjemahkan dalam dunia ekonomi nyata menjadi sebuah koperasi yang berbadan hukum dan menjadi contoh konkret semangat mandiri dan bermartabat,” kata Ihsanuddin.

Para kader tampak antusias membahas langkah-langkah praktis, seperti penguatan jejaring, pengembangan koperasi, dan pemanfaatan potensi lokal sebagai basis ekonomi rakyat.

Kesadaran penguatan ekonomi ini bertujuan memperkokoh posisi Ansor sebagai organisasi yang berdaulat dan disegani. Ihsanuddin menjelaskan, ketika kader mandiri secara ekonomi, mereka akan lebih leluasa berkhidmat tanpa intervensi pihak luar.

Halaqoh Ansor #3 ini juga menjadi ruang konsolidasi gagasan untuk membentuk Gerakan Ekonomi Ansor Sleman. Program ini dirancang untuk menumbuhkan ekosistem ekonomi kader melalui koperasi dan pelatihan kewirausahaan.

Membangun Ansor yang kuat dan bermartabat dimulai dari ekonomi yang mandiri. Para peserta sepakat bahwa kemandirian ekonomi bukan hanya urusan kesejahteraan individu, tetapi juga bagian dari perjuangan ideologis dalam menjaga marwah organisasi. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)