GP Ansor Sleman Gandeng DPRD Susun Peta Jalan SDM Menuju Indonesia Emas 2045
- Jan 25, 2026
- Adnan Nurtjahjo
- Pemuda, Pemberdayaan
Sleman — Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Sleman mengambil langkah strategis dalam menyiapkan kader-kadernya menghadapi tantangan global. Melalui kegiatan Stadium General yang digelar di Pendapa Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sleman pada Minggu (25/1/2026), organisasi pemuda di bawah naungan Nahdlatul Ulama ini secara resmi merumuskan peta jalan atau roadmap pengembangan sumber daya manusia guna menyongsong visi Indonesia Emas 2045.
Kegiatan ini mempertemukan seluruh pengurus harian serta ketua bidang kaderisasi dari 17 kapanewon se-Kabupaten Sleman. Forum tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang dialektika untuk merespons dinamika zaman, mulai dari transformasi digital hingga bonus demografi yang tengah dihadapi bangsa. Kehadiran perwakilan legislatif dalam forum ini mempertegas posisi GP Ansor sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam pembangunan karakter pemuda di tingkat lokal.
Ketua Bidang Kaderisasi GP Ansor Sleman, Walgiyanto, menegaskan bahwa kualitas sumber daya manusia adalah variabel kunci bagi keberlangsungan organisasi dan kemajuan bangsa. Menurutnya, kader Ansor harus memiliki kemampuan yang melampaui standar tradisional agar mampu mengisi pos-pos strategis di berbagai sektor pembangunan. Ia berharap roadmap ini menjadi panduan dalam mencetak generasi muda yang memiliki kompetensi teknis sekaligus integritas moral yang kokoh.
“Penguatan kualitas sumber daya manusia menjadi kunci utama agar Ansor mampu berkontribusi nyata dalam pembangunan bangsa. Indonesia Emas hanya dapat diwujudkan apabila generasi mudanya memiliki kompetensi, integritas, dan karakter kebangsaan yang kuat. Kami ingin melahirkan kader yang adaptif dan siap mengambil peran strategis di berbagai bidang, mulai dari ekonomi hingga teknologi,” ujar Walgiyanto di hadapan para kader.
Transformasi organisasi juga ditunjukkan dengan pengenalan platform digital Sahabat Indonesia Applications (SIApps). Ketua Dewan Penasihat GP Ansor Sleman, Ariyanto Nugroho, dalam kesempatan tersebut menekankan pentingnya digitalisasi data kader guna memastikan proses kaderisasi berjalan akuntabel dan terstruktur. Aplikasi ini dirancang untuk mendokumentasikan riwayat keorganisasian hingga kompetensi anggota secara sistematis, sehingga pemetaan potensi kader dapat dilakukan secara presisi untuk kebutuhan program pengembangan di masa depan.
“Pentingnya mekanisme kaderisasi melalui aplikasi SIApps terletak pada upaya modernisasi sistem agar lebih terstruktur dan berkelanjutan di tengah perkembangan teknologi. Melalui aplikasi ini, pendataan anggota dan jenjang kaderisasi terdokumentasi dengan baik, sehingga kita bisa melakukan pemetaan potensi kader secara tepat sasaran demi pelayanan yang lebih luas kepada masyarakat,” jelas Ariyanto Nugroho.
Stadium general ini juga menghadirkan Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Sleman, Wahyudi Kurniawan, yang memberikan perspektif luas mengenai arah kebijakan pembangunan sumber daya manusia secara nasional. Kehadiran legislator ini membuka ruang dialog terbuka, di mana kader muda Ansor dapat menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pembuat kebijakan. Kolaborasi ini menunjukkan komitmen GP Ansor untuk tetap relevan dalam diskursus pembangunan daerah dan nasional.
Melalui konsolidasi pemikiran ini, GP Ansor Sleman berharap dapat melahirkan kader-kader yang tidak hanya cakap secara organisatoris, tetapi juga unggul dalam literasi digital dan kewirausahaan. Gerakan ini diharapkan menjadi motor penggerak bagi kemandirian generasi muda di wilayah Sleman dalam menghadapi persaingan global yang semakin kompetitif menuju abad ke-21. (Adnan Nurtjahjo/KIM Pararta Guna Gamping)