GP Ansor Sleman Teguhkan Solidaritas Lewat Donor Darah

  • Sep 06, 2025
  • Adnan Nurtjahjo
  • Kemanusiaan

Sleman – Sebagai momentum penting dalam meneguhkan kembali semangat kepedulian sosial dan kebangsaan di tengah masyarakat, puluhan kader Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Sleman yang berasal dari 17 kapanewon mendonorkan darahnya.

Bakti sosial hasil kolaborasi Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Sleman dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sleman dan Pondok Pesantren Pangeran Diponegoro berlangsung di Gedung SMK Diponegoro Sleman, Sabtu (6/9/2025). 

Dalam sambutannya, Pengasuh Pondok Pesantren Pangeran Diponegoro, KH. Muhammad Syakir Ali, M.Si menuturkan bahwa donor darah bukan hanya wujud nyata cinta tanah air, melainkan juga amal jariyah yang manfaatnya langsung dirasakan oleh sesama.

Tampak hadir Panewu Depok, Djoko Muljanto didampingi Penjabat Lurah Maguwoharjo, Muhammad Falak Susanto dan Dukuh Sambego, Sarjono yang memantau pelaksanaan bakti sosial donor darah. Pihaknya memberikan dukungan moral sekaligus memastikan kegiatan berjalan lancar sesuai prosedur.

Sebagai pemimpin wilayah, Djoko Muljanto memiliki tanggung jawab untuk mengawal berbagai program kemasyarakatan, termasuk aksi kemanusiaan yang digelar lembaga pendidikan dan organisasi kepemudaan di bawah naungan Nahdlatul Ulama ini.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Sleman, H.M. Najib Yuliantoro, menerangkan bahwa kegiatan donor darah yang termasuk dalam rangkaian Gebyar Maulud Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Diponegoro Sleman ini terdapat 47 pendaftar donor darah. Namun yang lolos skrening hanya 37 pendonor dan memenuhi persyaratan diambil darahnya. Sedangkan dari 10 peserta yang tidak memenuhi syarat dengan alasan memiliki Hemoglobin (Hb) rendah sebanyak 9 orang dan tekanan darahnya rendah sejumlah 1 orang.

Dengan melibatkan Pondok Pesantren Diponegoro sebagai lokasi kegiatan, Pimpinan GP Ansor Sleman mengajak generasi muda untuk memahami bahwa menolong tidak harus dengan hal besar, tetapi bisa dimulai dari langkah sederhana seperti mendonorkan darah.

Tidak kalah penting, kegiatan donor darah juga menjadi sarana mempererat hubungan antara Ansor dengan masyarakat sekitar. Melalui bakti sosial ini menunjukkan bahwa organisasi kepemudaan tidak hanya bergerak dalam ranah ideologi dan kebangsaan, namun juga aktif dalam kerja-kerja kemanusiaan yang manfaatnya langsung dirasakan warga.

“Selain menumbuhkan semangat solidaritas, donor darah juga memiliki manfaat kesehatan bagi pendonor,” ucap H. Najib.

Kegiatan donor darah di PP Diponegoro Sleman membuktikan bahwa gerakan kepemudaan bukan hanya berfokus pada penguatan ideologi dan kebangsaan, tetapi juga hadir nyata dalam isu-isu kemanusiaan. Di tengah derasnya arus individualisme, kegiatan semacam ini merupakan pengingat bahwa solidaritas masih berdenyut di nadi masyarakat. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)