Haflah ke-19 Ponpes Al Mahbubiyyah Sleman: Tradisi Pesantren dan Layanan Sosial Menyatu

  • Sep 14, 2025
  • Adnan Nurtjahjo
  • Keagamaan

Sleman — Suasana penuh khidmat menyelimuti halaman Pondok Pesantren Al Mahbubiyyah, Mlangi Sawahan, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Minggu (14/9/2025). Ratusan santri, wali santri, dan masyarakat sekitar berkumpul untuk menghadiri Haflah At Tasyakur Lil Ikhtitam ke-19. Perayaan tahunan ini bukan sekadar penutup tahun ajaran, melainkan juga momentum syukur atas capaian pendidikan santri sekaligus wadah kebersamaan pesantren dan masyarakat.

Acara dibuka secara simbolis dengan pelepasan puluhan balon ke udara oleh pimpinan pesantren, Nyai Umi Mahbubah, didampingi Wakil Panitia Haflah, Ali Muharom. Prosesi sederhana itu menjadi penanda dimulainya rangkaian acara, sekaligus melambangkan harapan agar ilmu dan doa para santri dapat menjulang tinggi serta memberi manfaat bagi bangsa dan agama.

“Haflah selalu dinanti karena menghadirkan suasana kebersamaan yang sarat makna. Tradisi ini meneguhkan ukhuwah sekaligus mengingatkan bahwa ilmu yang dipelajari santri harus memberi manfaat bagi masyarakat,” ujar Nyai Umi.

Haflah ke-19 kali ini juga menghadirkan program layanan kesehatan gratis bekerja sama dengan RSUD dr. Tjitrowardojo Purworejo. Masyarakat dapat memeriksakan tekanan darah, kadar gula, kolesterol, hingga berkonsultasi medis secara cuma-cuma. Menurut Ali Muharom, kegiatan ini ditujukan bagi warga sekitar yang jarang melakukan pemeriksaan rutin karena faktor ekonomi, sekaligus untuk mengedukasi pentingnya menjaga kesehatan.

“Pesantren ingin hadir bukan hanya dalam pendidikan dan dakwah, tetapi juga dalam meningkatkan kesejahteraan umat. Menjaga kesehatan juga bagian dari ibadah,” ungkap Ali.

Selain pemeriksaan, tenaga medis yang terlibat turut memberikan penyuluhan mengenai gaya hidup sehat, mulai dari pola makan seimbang, olahraga teratur, hingga mengurangi konsumsi gula dan garam. Edukasi sederhana ini diharapkan menjadi panduan praktis bagi masyarakat dalam menjaga kesehatan sehari-hari.

Masyarakat sekitar menyambut hangat kegiatan ini, tidak hanya sebagai tamu undangan, tetapi juga ikut serta dalam persiapan acara. Semangat gotong royong tampak nyata dalam penyediaan panggung, konsumsi, hingga pengamanan lingkungan. Haflah pun menjelma menjadi pesta rakyat yang memperkuat harmoni sosial di Mlangi Sawahan.

Nyai Umi menegaskan, tradisi haflah adalah cara pesantren menjaga kesinambungan keilmuan sekaligus menjawab tantangan zaman dengan menghadirkan inovasi yang relevan bagi masyarakat. “Pesantren bukan institusi yang tertinggal, justru menjadi benteng nilai moral yang mampu bersinergi dengan modernitas,” katanya.

Melalui perpaduan tradisi keagamaan dan layanan sosial, Haflah ke-19 Pondok Pesantren Al Mahbubiyyah semakin meneguhkan peran pesantren sebagai pusat pendidikan, dakwah, sekaligus pengabdian kepada umat. Pelepasan balon ke udara menjadi simbol perjalanan panjang pesantren dalam membimbing generasi muda, sementara layanan kesehatan gratis menjadi bukti nyata kepedulian pesantren pada kehidupan masyarakat. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)