Hatchery Mina Ngremboko Sleman Terapkan Pengelolaan Benih Lele Secara Profesional
- May 23, 2026
- Adnan Nurtjahjo
- Perikanan
Sleman — Manajemen benih ikan menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan budidaya ikan lele, karena kualitas benih sangat memengaruhi tingkat pertumbuhan, ketahanan terhadap penyakit, hingga hasil panen yang diperoleh para pembudidaya. Prinsip tersebut diterapkan secara konsisten oleh pengelola hatchery Mina Ngremboko di Ngemplak, Sleman, dalam menjalankan proses pembenihan ikan lele secara berkelanjutan.
Ketua Divisi Pelatihan Pokdakan Mina Ngremboko, Aria Aninditta menilai bahwa keberhasilan budidaya tidak hanya ditentukan oleh kualitas pakan atau luas kolam pembesaran, namun justru dimulai dari tahap awal pembenihan. Menurutnya, benih ikan yang sehat dan seragam dinilai mampu mengurangi risiko kematian serta meningkatkan efisiensi pemeliharaan pada tahap pembesaran.
Dalam praktiknya, pengelola hatchery Mina Ngremboko menerapkan manajemen indukan secara ketat dengan memilih induk lele yang sehat, aktif, serta memiliki pertumbuhan optimal. Seleksi induk menjadi tahapan penting untuk menghasilkan telur dan larva berkualitas, sehingga mampu menciptakan benih unggul yang siap dibudidayakan oleh para petani ikan.
Aninditta menegaskan, selain seleksi induk, pengelolaan kualitas air juga menjadi perhatian utama dalam kegiatan hatchery. Pergantian air dilakukan secara berkala guna menjaga kadar oksigen terlarut dan menekan potensi munculnya penyakit. Pengelola juga rutin memantau suhu serta tingkat kebersihan kolam agar pertumbuhan larva berlangsung optimal.
“Tahap pendederan dilakukan dengan pengawasan intensif, terutama pada kepadatan tebar benih dan pola pemberian pakan. Benih yang memiliki ukuran berbeda perlu dipisahkan setiap 10-15 hari sekali untuk mencegah kanibalisme yang kerap terjadi pada ikan lele. Dengan metode grading tersebut, tingkat kelangsungan hidup benih dapat dipertahankan lebih tinggi,” jelas Aninditta di hadapan peserta bimbingan teknis, Sabtu (23/5/2026)
Pihaknya menerapkan sortasi benih secara berkala untuk memastikan pertumbuhan ikan tetap seragam. Benih yang tumbuh lebih cepat dipisahkan agar tidak mendominasi ruang gerak maupun konsumsi pakan. Langkah ini dinilai efektif dalam menjaga kualitas produksi benih sebelum dipasarkan kepada pembudidaya.
Menurut Aninditta, tantangan terbesar dalam pembenihan ikan lele adalah menjaga stabilitas kualitas benih di tengah perubahan cuaca dan kondisi lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan ketelitian serta kedisiplinan dalam setiap tahapan produksi, mulai dari pemijahan, penetasan telur, hingga pemeliharaan larva.
“Pembenihan merupakan tahap paling mendasar dalam budidaya ikan lele karena menentukan keberhasilan pada proses pendederan dan pembesaran berikutnya. Kualitas benih yang baik akan menghasilkan pertumbuhan ikan lebih cepat, efisiensi pakan lebih tinggi, serta menekan angka kematian selama masa budidaya,” sambungnya.
Melalui penerapan manajemen benih yang baik, hatchery Mina Ngremboko diharapkan mampu menjadi salah satu pusat pembenihan ikan lele yang mendukung ketahanan pangan dan pengembangan sektor perikanan air tawar di Kabupaten Sleman. Upaya tersebut sekaligus menjadi contoh bahwa keberhasilan budidaya ikan lele harus dimulai dari pengelolaan benih yang profesional, terencana, dan berkelanjutan. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)