Jaka Tingkir Perkuat Budaya Baca Pelajar di Sleman
- Mar 16, 2026
- Adnan Nurtjahjo
- Pendidikan
Sleman — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman terus melakukan manuver strategis untuk menumbuhkan kegemaran membaca di kalangan generasi muda. Melalui program inovasi bertajuk Jelajah Perpustakaan menuju Literasi yang Terkini dan Responsif atau Jaka Tingkir, pemerintah daerah berupaya menghadirkan layanan literasi yang lebih inklusif dan interaktif bagi para siswa di seluruh wilayah Sleman.
Program ini dirancang untuk mengubah citra perpustakaan yang semula dipandang statis menjadi pusat pembelajaran yang dinamis dan menyenangkan. Dengan mendatangi langsung institusi pendidikan, Jaka Tingkir memberikan pengalaman belajar yang segar bagi pelajar melalui berbagai koleksi buku dan edukasi literasi informasi yang relevan dengan perkembangan zaman.
Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman, Christina Rini Puspitasari, menjelaskan bahwa fokus utama inovasi ini bukan sekadar teknis membaca, melainkan penguatan kemampuan analisis siswa. Menurutnya, di era digital yang penuh dengan arus informasi, kemampuan pelajar dalam menyaring dan memanfaatkan data secara bijak menjadi kompetensi yang sangat krusial.
“Literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca, tetapi juga kemampuan memahami, menganalisis, dan memanfaatkan informasi secara bijak. Melalui inovasi ini, diharapkan semakin banyak siswa di Sleman yang tertarik untuk mengeksplorasi pengetahuan dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis agar siap menghadapi tantangan masa depan,” ujar Christina Rini Puspitasari di ruang kerjanya, Senin (16/3/2026).
Dalam pelaksanaannya, program Jaka Tingkir mengandalkan armada perpustakaan keliling sebagai media untuk menjangkau masyarakat secara luas. Fleksibilitas mobil perpustakaan ini memungkinkan layanan menyasar sekolah-sekolah di wilayah pedesaan hingga daerah yang memiliki akses terbatas terhadap fasilitas perpustakaan konvensional. Pendekatan jemput bola ini dinilai efektif dalam memangkas jarak antara sumber ilmu dengan para pencarinya.
Christina Rini Puspitasari menambahkan bahwa kehadiran armada keliling tersebut membawa berbagai koleksi mulai dari buku pengetahuan hingga majalah yang dapat diakses langsung oleh siswa di lingkungan sekolah mereka. Langkah ini sekaligus menjadi strategi pemerintah dalam membangun ekosistem literasi yang kuat dengan melibatkan peran aktif guru serta orang tua siswa.
“Armada keliling Jaka Tingkir mendatangi langsung ke sekolah-sekolah, menyajikan berbagai koleksi buku, majalah, dan sumber belajar lainnya, sekaligus mendekatkan layanan perpustakaan kepada mereka yang membutuhkan. Kami ingin memberikan pengalaman membaca yang lebih menyenangkan dan relevan bagi anak-anak agar membaca menjadi kebiasaan positif sehari-hari,” lanjutnya.
Secara regulasi, program ini merupakan implementasi dari Peraturan Daerah Kabupaten Sleman Nomor 22 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Perpustakaan. Komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan standar layanan ini diharapkan mampu melahirkan generasi literat yang memiliki daya saing tinggi. Dengan pendekatan yang interaktif, perpustakaan kini diposisikan sebagai ruang kreatif yang mampu menginspirasi pelajar untuk terus belajar sepanjang hayat. (Adnan Nurtjahjo/KIM Pararta Guna Gamping)