Jumberareka Satukan Wafiq Azizah dan Banser Dalam Nuansa Penuh Keakraban

  • Apr 19, 2026
  • Adnan Nurtjahjo
  • Keagamaan

Sleman — Kehadiran Wafiq Azizah menjadi salah satu daya tarik utama dalam rangkaian peresmian Kantor Nahdlatul Ulama Ranting Nogotirto yang berlangsung meriah di wilayah Mlangi, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Minggu malam (19/4/2026). Vokalis grup qosidah Langlang Buana tersebut tampil memukau dan berhasil menghadirkan suasana religius yang khidmat sekaligus penuh semangat kebersamaan.

Sejak awal acara, antusiasme masyarakat terlihat begitu tinggi. Ratusan jama’ah dari berbagai kalangan memadati lapangan Nur Iman untuk menyaksikan secara langsung penampilan artis religi yang dikenal luas melalui lantunan shalawat dan lagu-lagu islami tersebut. Keberadaannya dinilai mampu menjadi magnet yang memperkuat syiar keagamaan dalam momentum peresmian kantor Nahdlatul Ulama di tingkat akar rumput.

Dalam penampilannya, Wafiq Azizah membawakan sejumlah lagu qosidah populer yang sarat pesan moral dan spiritual. Suaranya yang khas dan penuh penghayatan berhasil mengajak para hadirin larut dalam nuansa dzikir dan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Tidak sedikit jama’ah yang turut bershalawat bersama, menciptakan suasana religius yang menyentuh.

Momentum ini tidak hanya menjadi hiburan semata, melainkan bagian dari strategi dakwah kultural yang selama ini menjadi ciri khas Nahdlatul Ulama. Melalui pendekatan seni dan budaya, pesan-pesan keislaman disampaikan secara lebih membumi dan mudah diterima oleh masyarakat luas, terutama generasi muda.

Panitia penyelenggara menyampaikan bahwa kehadiran Wafiq Azizah merupakan bentuk komitmen untuk menghadirkan kegiatan yang tidak hanya seremonial, tetapi juga memberikan nilai tambah secara spiritual dan sosial. Hal ini sejalan dengan semangat Nahdlatul Ulama dalam mengembangkan dakwah yang ramah, inklusif, dan berakar pada tradisi lokal.

Suasana semakin semarak saat Wafiq Azizah mengajak para anggota Banser yang bertugas untuk bernyanyi bersama membawakan lagu legendaris “Jumberareka”. Momen ini langsung disambut antusias oleh barisan Barisan Ansor Serbaguna yang spontan mendekat ke area panggung, menciptakan interaksi hangat antara artis dan pasukan pengamanan acara tersebut.

Dengan penuh semangat, dirinya memandu jalannya lagu, sementara para anggota Banser kompak mengikuti irama dengan gerakan tangan dan kaki yang ekspresif. Nuansa kekeluargaan dan kebersamaan terasa begitu kuat, memperlihatkan sisi humanis Banser yang tidak hanya identik dengan ketegasan dalam bertugas, tetapi juga akrab dan menyatu dengan masyarakat dalam suasana santai.

Kemeriahan ini pun mendapat sambutan meriah dari para jama’ah yang turut larut dalam lagu “Jumbareka”. Sorak sorai dan tepuk tangan menggema, menjadikan momen tersebut sebagai salah satu puncak acara yang paling berkesan. Interaksi antara Hj Wafiq Azizah dan Banser tersebut sekaligus memperkuat pesan bahwa dakwah dapat dikemas dengan cara yang menyenangkan tanpa meninggalkan nilai-nilai kebersamaan dan keislaman.

Dengan ditutupnya acara oleh penampilan Wafiq Azizah yang penuh makna, peresmian Kantor Nahdlatul Ulama Ranting Nogotirto tidak hanya menjadi momen administratif, tetapi juga peristiwa kultural-religius yang membekas di hati masyarakat. Kegiatan ini sekaligus menegaskan pentingnya sinergi antara dakwah, budaya, dan kebersamaan dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis.

Harapannya, kantor Nahdlatul Ulama Ranting Nogotirto menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan. Dengan fasilitas yang lebih representatif, berbagai program keumatan dapat dijalankan secara lebih optimal, mulai dari pengajian rutin hingga kegiatan pemberdayaan masyarakat. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)