Kajian Qonun Asasi GP Ansor Sleman: Menguatkan Ideologi, Meneguhkan Khidmah
- Aug 03, 2025
- Adnan Nurtjahjo
- Pemuda, Keagamaan
Sleman – Dalam upaya memperkuat ideologi dan memperdalam pemahaman keorganisasian, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Sleman menggelar Kajian Kitab Qonun Asasi pada Minggu malam (3/8/2025) di Kantor Sekretariat Pimpinan Cabang GP Ansor Sleman. Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pengurus harian beserta seluruh pengurus bidang. Bertindak sebagai pemateri adalah Kyai Mohammad Hadanallah, seorang tokoh muda Nahdlatul Ulama yang dikenal fasih dalam kitab-kitab ke-Nahdlatul Ulama-an, termasuk Qonun Asasi karya KH Hasyim Asy’ari.
Kajian ini menjadi bagian dari strategi penguatan ideologi organisasi yang berbasis pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah. Kyai Hadanallah menekankan bahwa kitab Qonun Asasi bukan sekadar dokumen historis, melainkan fondasi ideologis yang menuntun arah perjuangan GP Ansor sejak masa awal berdirinya. “Pemahaman terhadap Qonun Asasi adalah bentuk loyalitas ideologis dan spiritual kepada perjuangan para muassis Nahdlatul Ulama,” tegasnya.
Para peserta mengikuti kajian dengan antusias. Setiap paragraf dalam Qonun Asasi dibedah secara mendalam, menyentuh tema-tema penting seperti ukhuwah islamiyah, pentingnya taat kepada ulama sebagai Ulil Amri, hingga keharusan memperjuangkan kemaslahatan umat dengan jalan moderasi. Diskusi interaktif pun tak terhindarkan, terutama saat membahas relevansi nilai-nilai dalam Qonun Asasi dengan tantangan dakwah kekinian.
Ketua PC GP Ansor Kabupaten Sleman, H.M. Najib Yuliantoro dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang agar para pengurus tidak hanya bergerak secara teknis-struktural, namun juga ideologis-substansial. “Tanpa pemahaman mendalam atas dasar gerakan, seorang kader mudah kehilangan arah dalam mengemban amanat organisasi. Kajian ini adalah upaya kita untuk mengokohkan pijakan dan arah perjuangan,” jelasnya.
Kegiatan ini juga menjadi ruang konsolidasi antarbidang di lingkungan PC GP Ansor Sleman. Tidak hanya menyimak kajian, para peserta saling bertukar pengalaman dan menyusun langkah kolaboratif ke depan. Dengan fondasi ideologis yang kuat, mereka berharap sinergi program-program di setiap bidang dapat terarah dan terukur sesuai dengan nilai-nilai dasar Nahdlatul Ulama.
Menariknya, Kyai Hadanallah pun menyampaikan bagaimana Qonun Asasi dapat dijadikan tolok ukur dalam menilai program kerja dan arah gerak organisasi. Menurutnya, pengurus sebaiknya menjadikan nilai-nilai dalam kitab tersebut sebagai lensa dalam menyusun kebijakan, bukan semata-mata mengikuti tren atau tekanan luar. “Gerakan kita harus berorientasi pada maqasid syariah dan maslahat ummat, bukan hanya aktivitas tanpa ruh,” tambahnya.
Bagi kader muda, kajian ini menjadi momentum penting untuk mengenali akar ideologi dan spiritualitas organisasi. Mereka merasa semakin mantap dalam menapaki jalan dakwah dan perjuangan sosial. Salah satu peserta, Ketua Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor, Gus Abdurahman Mu’afa menyebut kajian ini membuatnya lebih memahami mengapa GP Ansor selalu menekankan pentingnya kaderisasi berbasis tradisi.
Agenda kajian Qonun Asasi ini pun menjadi kegiatan rutin mingguan sebagai bagian dari penguatan internal. Sebagaimana ditegaskan oleh Penasehat Bidang Pendidikan dan Dakwah Strategis GP Ansor Sleman, Kyai Hadanallah di akhir kajian, “Organisasi yang besar bukan karena struktur yang rapi semata, melainkan karena kader-kadernya berpijak pada dasar ideologis yang benar dan istiqamah dalam perjuangan,” pungkasnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)