Kawal Antusiasme Pendukung PSS Sleman, Polsek Gamping Pastikan Nobar Final Liga 2 Berjalan Kondusif
- May 09, 2026
- Adnan Nurtjahjo
- Kamtibmas
Sleman — Ribuan pendukung PSS Sleman memadati sejumlah titik di wilayah Kapanewon Gamping untuk menyaksikan laga krusial final perebutan juara Pegadaian Championship musim 2025/2026. Meski tensi pertandingan antara PSS Sleman melawan Garudayaksa berlangsung tinggi, suasana nonton bareng (nobar) di wilayah Gamping terpantau aman dan tertib berkat pengawalan ketat dari jajaran Kepolisian Sektor Gamping pada Sabtu malam (9/5/2026).
Kegiatan pengamanan ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Gamping, Bowo Susilo, dengan menyebar personel di tiga titik konsentrasi massa utama. Lokasi tersebut meliputi halaman Kantor Kalurahan Banyuraden, Pendapa Kapanewon Gamping, serta halaman Kantor Kalurahan Ambarketawang. Langkah ini diambil untuk mengakomodasi ribuan suporter yang tidak mendapatkan tiket masuk ke Stadion Maguwoharjo namun ingin merasakan atmosfer dukungan bersama warga lainnya.
Kapolsek Gamping, Bowo Susilo, menegaskan bahwa kehadiran personel kepolisian di titik-titik keramaian merupakan upaya preventif untuk menjaga stabilitas keamanan wilayah. Ia menilai antusiasme besar masyarakat terhadap sepak bola harus dikelola dengan pendekatan yang humanis agar semangat mendukung tim kebanggaan tidak berujung pada gangguan ketertiban umum.
“Kehadiran aparat kepolisian di tengah masyarakat menjadi bentuk nyata pelayanan dan perlindungan kepada warga agar kegiatan dapat berjalan lancar tanpa adanya gangguan yang meresahkan. Kami memahami gairah besar pendukung PSS Sleman, namun keamanan tetap menjadi prioritas utama agar hiburan rakyat ini bisa dinikmati dengan nyaman oleh semua kalangan,” ujar Bowo Susilo di sela-sela pemantauan wilayah.
Selain pengamanan fisik, petugas kepolisian melalui jajaran Bhabinkamtibmas juga proaktif melakukan pendekatan persuasif kepada para suporter. Petugas terus memberikan imbauan agar penonton tidak mudah terpancing provokasi, terutama saat terjadi dinamika di dalam lapangan hijau yang bisa menyulut emosi massa.
Bhabinkamtibmas Banyuraden, Suyanto, memberikan apresiasi atas kedewasaan para pendukung yang mampu menjaga sportivitas sepanjang jalannya laga. Menurutnya, koordinasi yang baik antara tokoh pemuda, panitia lokal, dan pihak keamanan menjadi kunci suksesnya penyelenggaraan nobar yang tertib. Ia mengingatkan bahwa budaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat harus tetap dijunjung tinggi, bahkan setelah peluit panjang dibunyikan.
“Langkah preventif ini sangat penting dilakukan demi menciptakan suasana yang aman dan nyaman bagi seluruh penonton yang hadir. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persaudaraan dan menjunjung sportivitas. Jangan sampai euforia pertandingan merusak kedamaian lingkungan. Dengan sinergi antara kepolisian dan masyarakat, kegiatan besar seperti ini terbukti bisa memberikan dampak positif bagi kebersamaan warga,” tegas Suyanto.
Hingga acara berakhir, para pendukung membubarkan diri dengan tertib. Keberhasilan pengamanan ini menjadi bukti bahwa tingginya antusiasme komunitas sepak bola di Sleman dapat berjalan selaras dengan kepatuhan terhadap norma keamanan lingkungan. (Adnan Nurtjahjo/KIM Pararta Guna Gamping)