KIM Pararta Guna Gamping Angkat Cerita Desa Lewat Video Pendek
- Nov 08, 2025
- Adnan Nurtjahjo
- KIM, Teknologi
Sleman - Dalam dunia digital yang serba cepat, kemampuan bercerita menjadi kunci utama agar pesan sosial dan pembangunan tersampaikan dengan efektif. Hal itulah yang dipahami betul oleh anggota Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Pararta Guna Kapanewon Gamping saat mereka melakukan syuting pembuatan video pendek di Dusun Cokrowijayan, Banyuraden, Sleman, Sabtu (8/11/2025).
Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan KIM Pararta Guna untuk mengikuti Lomba Video Pendek yang diselenggarakan secara rutin tiap tahunnya oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman.
Ketua KIM Pararta Guna, Adnan Iman Nurtjahjo menjelaskan bahwa lomba ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan warga Gamping dalam menyampaikan pesan positif melalui karya audio visual.
“Kami ingin menampilkan video yang tidak hanya indah dilihat, namun juga punya makna dan pesan yang relevan dengan kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Adnan menyampaikan pesan penting kepada seluruh anggotanya agar tidak sekadar berfokus pada aspek teknis, tetapi juga pada makna di balik cerita yang diangkat. Ia menegaskan bahwa video yang dibuat harus mampu membawa pesan positif bagi masyarakat.
“Kita bukan hanya membuat tontonan, tapi juga tuntunan. Cerita yang kita tampilkan harus bisa menginspirasi bagi masyarakat yang menonton,” tandasnya.
Lebih lanjut, para anggota KIM Pararta Guna melakukan perekaman video seperti rancangan naskah yang telah disusun sesuai alur ceritanya. Pengurus Bidang Hubungan Masyarakat dan Media, Aryo Tejo selaku sutradara memberi arahan tentang pentingnya storytelling visual guna menghadirkan kisah yang dekat dengan pengalaman warga, namun tetap membawa pesan yang lebih luas.
“Pemain kami ajak memahami bahwa video yang baik selalu berangkat dari cerita yang jujur dan autentik,” ucap Aryo.
Sementara itu, Yaka sebagai salah satu aktor dalam video pendek tersebut mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberinya pemahaman baru perihal pentingnya relevansi pesan. “Video yang menarik belum tentu efektif. Yang penting, pesannya bisa diterima dan menggerakkan penonton,” ujarnya.
Bagi Yaka, pembuatan video pendek menjadi media refleksi bagaimana menyampaikan suatu pesan dengan cara yang sederhana tetapi berdampak besar. Selain memperkuat kemampuan teknis, kegiatan ini pun membangun kesadaran akan tanggung jawab sosial dalam bermedia.
Anggota KIM diingatkan untuk selalu menjaga etika dan akurasi dalam setiap karya yang mereka buat. Video bukan hanya tontonan, tapi juga sarana membentuk opini publik. Karena itu, pesan yang disampaikan harus mengandung nilai edukatif, semangat kebersamaan, dan kearifan lokal.
Yang harus diingat, keberhasilan sebuah video bukan hanya diukur dari kualitas gambar saja, melainkan juga dari kekuatan ceritanya. Karena cerita merupakan jantung dari komunikasi. Harapannya, karya video pendek dari KIM Pararta Guna mampu menghasilkan konten berkualitas dengan sumber daya yang sederhana.
KIM Pararta Guna membuktikan bahwa desa memiliki potensi besar dalam dunia komunikasi digital. Video yang mereka garap bukan sekadar untuk lomba, melainkan wujud partisipasi aktif masyarakat dalam menyuarakan nilai-nilai positif dan pembangunan daerah. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)