KIM Pararta Guna Gamping Ikuti Sosialisasi Program Gasbro Wujudkan Rumah Sehat
- Oct 16, 2025
- Adnan Nurtjahjo
- KIM, Kesehatan
Sleman - Ketua Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Pararta Guna Kapanewon Gamping bersama perwakilan KIM Kapanewon Ngaglik, Turi, Seyegan, Prambanan, Kalasan, Moyudan, Depok, Tempel, dan Godean mengikuti kegiatan diseminasi hasil kajian program perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) Kabupaten Sleman 2025 yang digelar di di Aula Rinjani Prima SR Hotel Convention, Sleman, Kamis (16/10/2025).
Dalam periode 2021–2024, capaian indikator PHBS di Kabupaten Sleman menunjukkan adanya perkembangan positif pada beberapa indikator, namun masih terdapat beberapa indikator yang belum optimal. Capaian indikator yang masih perlu diintervensi adalah “Tidak Merokok di Dalam Rumah” sebanyak 72,81% saja.
Hal tersebut diungkapkan dr. Bagas Suryo Bintoro dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada dalam paparan hasil kajian dihadapan ratusan peserta yang hadir.
dr. Bagas mengatakan, di tahun 2021 capaian indikator tidak merokok di dalam rumah berada pada titik terendah, yaitu sebesar 69,30%. Kemudian di tahun 2024 capaian meningkat lebih baik menjadi 72,81% yang merupakan angka tertinggi dalam periode empat tahun terakhir.
“Meskipun ada kecenderungan meningkat, peningkatan selama empat tahun masih relatif lambat bila dibandingkan indikator PHBS lainnya yang sudah mendekati 100 persen,” katanya.
Lebih lanjut, dr. Bagas menjelaskan bahwa Puskesmas yang memperlihatkan tren konsisten naik adalah Mlati II dan Seyegan. Berdasarkan data kajian, Puskesmas Mlati II meningkat dari 72,40% pada 2021 hingga 80,90% pada 2024. Termasuk Puskesmas Seyegan juga memperlihatkan pola serupa yaitu naik dari 60,32% di 2021 menjadi 73,19% pada 2024.
“Sementara itu, satu-satunya Puskesmas yang mengalami tren turun adalah Turi, yang capaian tidak merokok di dalam rumahnya menurun dari 62,97% pada 2021 menjadi 60,42% pada 2024,” jelasnya.
Melihat kondisi ini, Pemerintah berupaya melakukan intervensi pengendalian perilaku merokok berbasis keluarga melalui Gerakan keluarga sehat bebas asap rokok (Gasbro). Program inovasi yang digulirkan Pemerintah Kabupaten Sleman ini sebagai upaya pencegahan konsumsi rokok dan perlindungan terhadap paparan asap rokok dalam lingkungan keluarga.
Cahya Prihantama dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman menyebutkan, Gasbro menjadi salah satu fokus utama Pemerintah Kabupaten Sleman dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Langkah ini dicanangkan sebagai bagian dari program perilaku hidup bersih dan sehat, khususnya pada indikator “tidak merokok di dalam rumah” yang masih tergolong rendah di beberapa wilayah Sleman.
“Melalui gerakan ini, pemerintah ingin menegaskan bahwa rumah bukan hanya tempat beristirahat, tetapi juga ruang aman bagi seluruh anggota keluarga dari bahaya paparan asap rokok,” sebutnya.
Ia pun menyimpulkan, alokasi anggaran dan sumber daya untuk meningkatkan pendampingan Gerakan Keluarga Sehat Bebas Asap Rokok di wilayah harus dipertahankan, perlunya monitoring dan evaluasi berkala terhadap wilayah yang telah menerapkan Gasbro, meningkatkan kemitraan dalam pendampingan penyusunan regulasi lokal, serta melakukan replikasi Gasbro untuk mewujudkan generasi bangsa yang sehat.
Pemerintah Kabupaten Sleman tidak hanya mengeluarkan seruan moral, tetapi juga menggandeng berbagai pihak untuk memperkuat gerakan ini. Mulai dari kader kesehatan, tokoh masyarakat, Kelompok Informasi Masyarakat, hingga organisasi perempuan dan pemuda dilibatkan dalam kampanye edukatif.
“Merokok di dalam rumah bukan hanya masalah pribadi, melainkan persoalan sosial yang berdampak pada kualitas hidup bersama. Harapannya, setiap rumah menjadi zona bebas rokok demi mewujudkan Sleman yang sehat dan berdaya saing,” pungkas Cahya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)