KIM Sebagai Garda Depan Literasi Digital dan Ketahanan Informasi Masyarakat

  • Apr 01, 2026
  • Adnan Nurtjahjo
  • Literasi

Sleman — Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) memiliki peran strategis sebagai agen literasi digital sekaligus penguat ketahanan informasi di tingkat lokal, terutama di tengah derasnya arus digitalisasi yang kian tak terbendung. Di era ketika informasi dapat diakses dalam hitungan detik, masyarakat membutuhkan pendampingan agar mampu memilah, memahami, dan memanfaatkan informasi secara bijak dan bertanggung jawab.

Hal tersebut dituturkan Ketua Forum KIM Sembada Kabupaten Sleman, Adnan Iman Nurtjahjo dalam acara pengukuhan pengurus KIM Pijar Mlati periode 2026 – 2031 yang berlangsung di Pendhapa Kapanewon Mlati, Rabu (1/4/2026).

Menurut Adnan, sebagai organisasi berbasis komunitas, KIM hadir di tengah masyarakat dengan pendekatan yang lebih dekat dan kontekstual. KIM tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi dari pemerintah kepada masyarakat, tetapi juga menjadi jembatan aspirasi yang memungkinkan terjadinya komunikasi dua arah. 

“Peran ini menjadi sangat penting dalam memastikan informasi yang beredar tidak hanya cepat, tetapi juga akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Keberadaan KIM menjadi benteng awal dalam menghadapi maraknya disinformasi dan misinformasi. Di tingkat lokal, KIM mampu bergerak lebih cepat dalam melakukan klarifikasi terhadap informasi yang berpotensi menyesatkan masyarakat. Dengan kedekatan sosial dan kultural, pesan yang disampaikan cenderung lebih mudah diterima oleh warga.

Selain itu, Adnan menekankan, pengukuhan KIM Pijar Mlati oleh Panewu Mlati, Dyah Purwanti, menjadi sebuah momentum penting untuk memperkuat peran strategis Komunitas Informasi Masyarakat sebagai jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat. 

“Di era digital yang berkembang sangat pesat, keberadaan KIM menjadi semakin relevan dalam mengelola arus informasi, menangkal hoaks, serta menyebarluaskan informasi yang akurat, edukatif, dan bermanfaat,” tandasnya.

Transformasi digital yang terus berkembang menuntut KIM untuk beradaptasi secara berkelanjutan. Penguatan kapasitas sumber daya manusia, pemanfaatan platform digital, serta kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi kunci agar KIM tetap relevan dan mampu menjawab tantangan zaman. KIM tidak lagi sekadar menjadi penyampai informasi, tetapi juga produsen konten yang kreatif dan edukatif.

Dengan peran yang semakin kompleks, KIM diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam membangun masyarakat yang cerdas informasi. Literasi digital yang kuat dan ketahanan informasi yang kokoh akan menjadi fondasi penting dalam menciptakan masyarakat yang tangguh, adaptif, dan berdaya saing di era digital. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)