KIM Sleman dan Kulon Progo Kolaborasi Tingkatkan Literasi Informasi Masyarakat
- Sep 13, 2025
- Adnan Nurtjahjo
- KIM
Sleman – Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Nyai Ageng Serang (NAS) Community dari Kulon Progo melakukan kunjungan studi tiru ke KIM Pararta Guna Gamping di Sleman pada Sabtu (13/9/2025). Kegiatan yang berlangsung di Sekretariat KIM Pararta Guna ini bertujuan untuk memperdalam strategi pengelolaan informasi masyarakat dan memperkuat peran KIM sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.
Zazin Sulaiman, Wakil Ketua KIM Nyai Ageng Serang, menyatakan bahwa kunjungan ini tidak hanya untuk belajar teknis pengelolaan informasi, tetapi juga menyerap semangat kolaborasi yang telah terbangun di KIM Pararta Guna.
“Kehadiran saya di Sleman tidak sekadar untuk belajar teknis, namun juga menyerap semangat kolaborasi yang telah terbangun di KIM Pararta Guna,” ujarnya.
Adnan Iman Nurtjahjo, Ketua KIM Pararta Guna, menekankan bahwa kekuatan KIM terletak pada keterlibatan aktif anggotanya dalam berbagi informasi. Menurutnya, pengelolaan KIM membutuhkan strategi terukur yang mencakup tata kelola administrasi, manajemen media digital, hingga pembangunan jejaring dengan komunitas lokal dan nasional.
KIM Nyai Ageng Serang memiliki karakteristik unik dengan identitas berbasis nilai sejarah perjuangan pahlawan Kulon Progo. Melalui studi tiru ini, identitas budaya lokal tersebut dapat dipadukan dengan strategi modern yang diterapkan KIM Pararta Guna, menciptakan model pengelolaan informasi yang berakar pada kearifan lokal namun adaptif terhadap perkembangan zaman.
Bagi KIM Pararta Guna, kunjungan ini menjadi kesempatan untuk evaluasi diri dan refleksi mengenai sejauh mana program mereka dapat menginspirasi kelompok lain.
“Kami semakin menyadari bahwa pengelolaan informasi masyarakat adalah kerja bersama yang menuntut konsistensi,” tegas Adnan.
Komunikasi lintas kabupaten ini membuka peluang kolaborasi lebih luas, seperti pelatihan bersama, kampanye literasi digital, dan pengembangan konten kreatif. Sinergi semacam ini dinilai penting untuk memperkuat peran KIM dalam menghadapi tantangan derasnya arus informasi dan ancaman hoaks.
Studi tiru ini tidak hanya menghasilkan catatan strategi tetapi juga menumbuhkan energi baru bagi kedua KIM untuk mengembangkan kelompoknya sebagai ruang informasi yang inklusif dan berdaya guna bagi masyarakat. (Adnan Nurtjahjo | KIM Pararta Guna Gamping)