Komunitas Kekandhangan Banyuraden Gelar Workshop Pembuatan Sabun Mijel
- Sep 24, 2021
- Aryo Tejo
- Pendidikan, Komunitas
Sleman – Dalam rangka turut berpartisipasi dalam menjaga lingkungan agar tidak tercemari limbah rumah tangga maka sebanyak 15 orang ibu rumah tangga, dan pedagang makanan olahan mengikuti workshop pembuatan sabun batang alami berbahan dasar minyak jelantah (Mijel) yang diselenggarakan oleh Komunitas Relawan Kekandhangan Banyuraden, Jumat (24/9/2021).
Pelatihan pembuatan sabun batang alami yang dipandu oleh Sekretaris Kekandhangan, Adnan Iman Nurtjahjo mengundang narasumber Pendiri Rumah Inspirasi Jogja (Rumijo), Josh Handani dan Filiana Dewi yang kesehariannya ramah dengan lingkungan. Turut hadir dalam pembukaan workshop yakni Koordinator Pemberdayaan ekonomi Kekandhangan, Rini Puspitasari, dan Ketua Kelompok Wanita Tani Ratu Mulyo, Hayati.
Dalam sambutan pembukanya, Rini Puspitasari menyampaikan pesan kepada peserta pelatihan untuk selalu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta selalu menjaga lingkungan agar tidak tercemari oleh limbah rumah tangga seperti minyak hasil sisa penggorengan yang sering disebut minyak jelantah (Mijel).
“Menjaga lingkungan adalah sebuah kewajiban bagi semua warga masyarakat yang ada di wilayah padukuhan Cokrowijayan yang kita cintai ini agar dapat diwariskan kepada anak cucu. Karenanya, mengolah limbah sebuah keharusan yang harus dilaksanakan termasuk pelatihan yang akan diikuti oleh bapak dan ibu hari ini. Jika minyak jelantah dibuang ke tanah maka akan mencemari tanah sehingga tanah tidak subur dan bisa mencemari air yang kita manfaatkan untuk kehidupan sehari-hari,” ujar Rini sekaligus membuka workshop.
Hal tersebut ditegaskan oleh pendiri Rumijo, Josh Handani yang juga sebagai pegiat lingkungan hidup bahwa masyarakat memiliki hak dan kesempatan yang sama dan seluas-luasnya untuk berperan aktif dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup seperti yang tertuang dalam pasal 70 Undang-Undang Nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.
“Mari kita sayangi dan jaga lingkungan kita dari bahan-bahan yang dapat mencemari lingkungan dengan melakukan rekayasa daur ulang limbah rumah tangga seperti minyak jelantah ini yang akan diolah menjadi sabun batang alami sehingga dapat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari,” pesan Josh kepada peserta.
Ia menambahkan bahwa peran serta masyarakat menjadi sesuatu yang mutlak dalam kerangka menciptakan lingkungan hidup yang sehat dan makna kesehatan tidak semata secara fisik dengan lingkungan yang baik. Melainkan, kesehatan fisik sebagai akibat lingkungan yang baik merupakan prasyarat sehatnya jiwa yang tentunya merupakan aset sumber daya manusia yang sangat mendasar dan penting.
“Tuhan Yang Maha Esa menciptakan manusia beserta alam semesta mempunyai kesamaan. Hubungan antara manusia dengan alam semesta harus berjalan harmonis agar tercipta kehidupan manusia yang berkesinambungan. Semangat merawatan dan menjaga lingkungan hidup sebagai habitat manusia harus terus dikumandangkan, seperti Yel Yel Yel khas milik Komunitas Kekandhangan yaitu ‘Harmonis Alam Sesama Tuhan’ yang diucapkan setiap melakukan giat agar selalu ingat untuk mencintai lingkungannya.
(Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)