LLT Lantip Banyuraden Perluas Pasar Bisnis Telur Asin Lewat Digital Marketing

  • Aug 05, 2025
  • Adnan Nurtjahjo
  • Ekonomi

Sleman – Di tengah kemajuan teknologi dan perubahan pola konsumsi masyarakat, digital marketing menjadi kebutuhan penting bagi pelaku usaha, termasuk dalam bisnis pangan lokal seperti telur asin.

Layanan Lansia Terintegrasi (LLT) Lantip Kalurahan Banyuraden, Kabupaten Sleman melihat peluang ini sebagai strategi untuk memperkuat eksistensi produk mereka di tengah persaingan pasar yang kian kompetitif. Dengan memanfaatkan media digital, produk telur asin yang sebelumnya hanya dikenal di lingkungan sekitar, kini mulai menjangkau pasar yang lebih luas.

Berdasarkan keterangan Manajer Operasional LLT Lantip, Sayekti Rahayu di ruang kerjanya, Selasa (5/8/2025) bahwa salah satu langkah konkret yang telah dilakukan pihaknya dalam memasarkan produk telur asin adalah memanfaatkan media sosial seperti Instagram, Facebook dan WhatsApp untuk mempromosikan produknya.

Foto telur asin yang menarik disertai kisah inspiratif para lansia membuat akun media sosial mereka tidak hanya menjadi etalase produk. Namun juga wadah edukasi dan promosi nilai-nilai kemanusiaan. Tak jarang unggahan mereka mendapat respons positif dari warganet yang tersentuh dengan semangat gotong royong para lansia.

Selain media sosial, komunitas lansia ini mulai mempertimbangkan penggunaan platform marketplace lokal agar dapat menembus pasar nasional. Langkah ini tentu membutuhkan pendampingan teknis dan manajerial yang lebih intensif.

“Namun dengan dukungan Pemerintah Kalurahan Banyuraden dan mitra strategis lainnya, impian itu bukan hal yang mustahil,” kata Sayekti.

Menurutnya, telur asin produksi LLT Lantip Banyuraden bukan sekadar produk olahan biasa. Di balik rasa gurihnya, terdapat semangat pemberdayaan lansia yang terus menyala.

Para lansia yang tergabung dalam komunitas dilibatkan dalam setiap proses produksi mulai dari pengasinan, perebusan, hingga pengemasan. Melalui digital marketing, semangat ini dapat diceritakan dengan lebih kuat dan menyentuh, membangun koneksi emosional antara produsen dan konsumen.

Sementara itu, Ketua Kelas C Layanan Lansia Terintegrasi, Yuni Ekowati menyampaikan bahwa manfaat digital marketing dirasakan langsung oleh para lansia. Peningkatan penjualan akibat promosi daring berdampak pada peningkatan insentif produksi. Para lansia semakin termotivasi untuk aktif, tidak hanya dari sisi ekonomi saja, tetapi juga secara sosial dan psikologis.

“Kegiatan ini memberi makna baru dalam kehidupan mereka tetap produktif di usia senja,” tutur Yuni.

Tak hanya itu, keberadaan LLT Lantip sebagai produsen telur asin pun turut mengangkat citra Kalurahan Banyuraden sebagai wilayah yang ramah lansia dan berorientasi pada inovasi sosial. Melalui branding yang konsisten di ranah digital, Banyuraden tak hanya dikenal sebagai daerah pinggiran kota, melainkan sebagai pusat pengembangan produk pangan berbasis komunitas.

Langkah dalam merambah dunia digital patut menjadi inspirasi bagi kelompok usaha komunitas lainnya. Dengan menggabungkan kearifan lokal, semangat sosial, dan kecanggihan teknologi, bisnis telur asin tak hanya menjadi sumber penghasilan, tetapi juga penggerak perubahan sosial.

Di era digital, cerita baik seperti ini harus terus disuarakan. Sebuah bukti bahwa di balik rasa asinnya telur, ada manisnya inovasi dan semangat untuk terus berkarya, tanpa mengenal batas usia. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)