Merajut Irama dalam Kebersamaan Lewat Gladi Karawitan Warga RW 16 Dusun Dowangan
- Oct 21, 2024
- Aryo Tejo
- Seni Budaya
Gladi karawitan bapak-bapak warga RW. 16 Dusun Dowangan, Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping yang tergabung dalam Sanggar Seni Cipto Nurogo pimpinan Wibowo Endar Sulastro menjadi salah satu kegiatan seni tradisional yang mempererat kebersamaan warga.
Kegiatan yang dilaksanakan di Sekretariat Sanggar Cipto Nurogo Dusun Dowangan, Senin malam (21/10/2024) ini tidak hanya bertujuan untuk melestarikan budaya lokal saja, tetapi juga sebagai ajang silaturahmi dan interaksi sosial antar warga.
Setiap kali latihan, warga berkumpul dengan semangat untuk memainkan gamelan yang dibagi dalam beberapa kelompok sesuai dengan jenis alat musik yang dimainkan, seperti gong, kendang, saron, bonang, dan lain-lain. Meski sebagian besar dari mereka tidak memiliki latar belakang sebagai musisi profesional, namun tetap berusaha memainkan setiap instrumen dengan baik karena kegiatan ini sebagai sarana belajar bersama, personil yang lebih berpengalaman mengajarkan kepada yang lain.
Tidak jarang, latihan karawitan ini juga dihadiri oleh anak-anak dan remaja dari lingkungan sekitar yang datang untuk menyaksikan atau bahkan ikut mencoba memainkan beberapa alat musik. Hal ini menjadi upaya regenerasi seni karawitan agar generasi muda tetap mengenal dan mencintai budaya tradisional nenek moyangnya.
“Dengan adanya dukungan dari para orang tua, diharapkan kesenian ini bisa terus dilestarikan dari generasi ke generasi,” harap Wibowo.
Menurutnya, gladi karawitan ini tidak hanya berdampak positif bagi pelestarian budaya, tetapi juga memiliki manfaat bagi kesehatan fisik dan mental para peserta. Bermain musik gamelan memerlukan koordinasi yang baik antara tangan dan pikiran sehingga secara tidak langsung akan membantu melatih konsentrasi dan keterampilan motorik. Bahkan, suasana kebersamaan yang tercipta juga dapat meredakan stres dan menambah semangat hidup.
Melalui latihan karawitan ini, bapak-bapak warga RW 16 Dusun Dowangan, Kalurahan Banyuraden telah membuktikan bahwa seni tradisional dapat menjadi jembatan untuk menciptakan keharmonisan sosial. Warga tidak hanya menjaga warisan budaya leluhur, tetapi juga membangun hubungan yang lebih erat di lingkungannya. Harapannya, kegiatan ini dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi lingkungan lain untuk turut melestarikan seni tradisional yang adi luhung.
“Seni karawitan merupakan warisan leluhur yang harus kita jaga dan lestarikan. Melalui gladi karawitan ini, kita turut menjaga kebudayaan agar tetap hidup di tengah jaman yang terus berkembang,” ujar Wibowo mengakhiri kegiatan. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)