MWCNU Gamping Gandeng PMI Sleman Selenggarakan Bakti Sosial Donor Darah

  • Oct 22, 2024
  • Aryo Tejo
  • Keagamaan

Sleman – Wujud nyata semangat kemanusiaan yang diajarkan dalam ajaran Islam ditunjukkan oleh pengurus dan anggota Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kapanewon Gamping yang bekerjasama dengan Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sleman, dengan menyelenggarakan kegiatan bakti sosial donor darah yang berlangsung di Gedung Madrasah Aliyah Nur Iman Sleman, Kalurahan Nogotirto, Kapanewon Gamping, Selasa (22/10/2024).

Kebutuhan akan darah di rumah sakit terus meningkat. Untuk itu, kegiatan donor darah ini sebagai sarana partisipasi masyarakat dalam membantu memenuhi kebutuhan darah bagi pasien-pasien yang membutuhkannya. Kegiatan ini sekaligus menjadi upaya menjaga stok darah di PMI Kabupaten Sleman agar tetap stabil.

Usai mengikuti upacara pengibaran bendera Merah Putih dalam peringatan Hari Santri Nasional tahun 2024, puluhan santri, masyarakat, anggota Nahdlatul Ulama Kapanewon Gamping, Ansor, Banser, Fatayat, Muslimat, serta mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama berdatangan ke lokasi acara untuk mengikuti bakti sosial donor darah.

Banyak dari mereka yang rutin mendonorkan darah setiap tiga bulan sekali. Seorang pengasuh dari Pesantren Ar-risalah Mlangi, Gus H.A. Syukron Amin yang menjadi salah satu pendonor mengatakan bahwa donor darah merupakan bagian dari amal yang ingin terus ia lakukan.

“Ini merupakan cara kecil saya untuk membantu orang lain, sekaligus bagian dari ibadah,” katanya.

Sementara itu, koordinator kegiatan donor darah dan Ketua Tanfidziyah MWCNU Gamping, Kyai Silahudin Djamil menuturkan bahwa mengikuti donor darah bukan hanya bentuk amal jariyah, tetapi juga bagian dari menjaga kesehatan diri.

 “Sebagai santri, kita diajarkan untuk peduli kepada sesama. Dengan mendonorkan darah, kita dapat berkontribusi untuk kesehatan masyarakat,” tutur Silahudin.

Menurutnya, donor darah tidak hanya bermanfaat bagi penerima saja, tetapi juga bagi pendonor itu sendiri. Sebab, para peserta terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan singkat, seperti pengecekan tekanan darah dan hemoglobin sebelum mendonorkan darahnya. Hal ini membantu pendonor mengetahui kondisi kesehatannya secara berkala.

Setelah mendonorkan darahnya, tubuh pendonor akan segera bekerja untuk memproduksi sel-sel darah baru guna menggantikan yang hilang. Proses ini membantu tubuh tetap sehat dan menjaga fungsi organ tetap optimal.

Silahudin berharap agar kegiatan ini menjadi inspirasi bagi warga Nahdlatul Ulama di berbagai daerah untuk terlibat lebih aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Dengan begitu, ikatan persaudaraan dan kebersamaan akan semakin kuat. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)