Pengamanan Humanis Polsek Gamping Dukung Kelancaran Haflah Akhirussanah Assalafiyah Mlangi
- Jun 16, 2026
- Adnan Nurtjahjo
- Keamanan
Sleman — Kehadiran aparat kepolisian dalam kegiatan Haflah Akhirussanah dan Harlah ke-14 Yayasan Assalafiyah yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Assalafiyah Mlangi, Kalurahan Nogotirto, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Selasa (16/6/2026), menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran dan keamanan jalannya acara. Kegiatan yang dihadiri ribuan santri, wali santri, tokoh agama, dan masyarakat tersebut berlangsung dengan tertib berkat sinergi berbagai pihak, termasuk aparat keamanan.
Menurut Kepala Kepolisian Sektor Gamping, AKP Bowo Susilo yang hadir mewakili kepala Kepolisian Resort Kota Sleman, keberadaan personel kepolisian sejak sebelum acara dimulai memberikan rasa aman bagi seluruh peserta. Pengamanan dilakukan pada sejumlah titik strategis, mulai dari akses masuk lokasi, area parkir, hingga pengaturan arus lalu lintas di sekitar kawasan pesantren yang dipadati kendaraan pengunjung.
“Selain menjaga keamanan, polisi juga berperan dalam memastikan ketertiban masyarakat selama kegiatan berlangsung,” ujarnya.
Dengan pendekatan humanis, petugas memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan informasi maupun pengaturan mobilitas peserta sehingga kegiatan dapat berjalan dengan nyaman.
Sementara itu, Dr. KH. Irwan Masduqi selaku pengasuh pondok pesantren Assalafiyah mengatakan bahwa Haflah Akhirussanah merupakan agenda tahunan yang menjadi momentum penting bagi para santri untuk menunjukkan hasil pembelajaran yang telah ditempuh selama satu tahun pendidikan.
“Peringatan Harlah ke-14 Yayasan Assalafiyah menjadi sarana refleksi atas perjalanan lembaga dalam mengembangkan pendidikan berbasis keislaman dan pembinaan karakter generasi muda,” tandasnya.
Dalam kegiatan yang melibatkan massa dalam jumlah besar, aspek keamanan menjadi salah satu faktor utama yang menentukan keberhasilan penyelenggaraan acara. Oleh karena itu, kehadiran aparat kepolisian tidak hanya berfungsi sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam menciptakan suasana yang kondusif.
Dukungan pengamanan dari kepolisian juga mencerminkan komitmen dalam menjaga kegiatan keagamaan dan pendidikan agar dapat berlangsung dengan aman serta lancar. Hal tersebut penting mengingat pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan yang memiliki peran strategis dalam membentuk moral, akhlak, dan wawasan kebangsaan para generasi muda.
Masyarakat dan panitia penyelenggara menyambut baik keterlibatan aparat kepolisian dalam kegiatan tersebut. Kehadiran petugas di lapangan dinilai mampu memberikan ketenangan bagi peserta sekaligus meminimalkan potensi gangguan keamanan maupun kemacetan yang dapat menghambat jalannya acara.
Bhabinkamtibmas Nogotirto, Aiptu Eko Yulianto menambahkan, sinergi antara lembaga pendidikan keagamaan, masyarakat, dan aparat keamanan menjadi contoh nyata kolaborasi dalam mewujudkan lingkungan yang aman dan harmonis. Kerja sama semacam ini penting untuk terus diperkuat, terutama pada kegiatan yang melibatkan banyak peserta dan berlangsung dalam skala besar.
“Kehadiran polisi memastikan stabilitas keamanan, sekaligus sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat dalam mendukung terselenggaranya kegiatan pendidikan dan keagamaan yang bermanfaat bagi umat,” pungkasnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)