MWCNU Gamping Gelar Kajian Kitab Nashihul Ibad Perkuat Iman dan Ketaqwaan

  • Aug 09, 2024
  • Aryo Tejo
  • Keagamaan

Melakukan kegiatan kajian kitab memiliki banyak manfaat diantaranya dapat meningkatkan pemahaman mengenai ajaran Islam yang benar dan mendalam, memperkuat iman dan ketakwaan kepada Allah SWT, serta mempererat ukhuwah Islamiyah atau persaudaraan sesama muslim. Seperti yang dilakukan oleh Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC-NU) Kapanewon Gamping bekerjasama dengan Pengasuh Pondok Pesantren Al Miftah Putri Mlangi, Kalurahan Nogotirto, Kapanewon Gamping menggelar kajian Kitab Nashihul Ibad yang berlangsung di Ruang Pertemuan Pesantren setempat, Rabu malam (7/8/2024).

Kajian kitab Nashihul Ibad yang dipimpin oleh KH. Ahmad Mabarrun selaku Rois Syuriah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kapanewon Gamping diikuti oleh 11 warga nahdliyin yang ingin memahami Kitab Nashihul Ibad yang di dalamnya berisi berbagai nasihat dan pedoman hidup yang diambil dari Al-Quran dan Hadist untuk membantu umat Islam menjalani kehidupan yang sesuai dengan syariat Islam.

“Dengan mengkaji kitab ini, kita dapat memperdalam ilmu agama dan menerapkan ajaran-ajaran tersebut dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Gus Barrun.

Dalam kitab Nashihul Ibad, terdapat penjelasan yang mendalam mengenai tujuh golongan orang yang akan mendapatkan perlindungan dari Allah SWT di akhirat kelak guna memberikan panduan hidup bagi umat Islam agar senantiasa berada dalam jalan yang diridhai oleh-Nya.

Ketujuh golongan tersebut yaitu pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah SWT, orang yang hatinya selalu terpaut pada masjid, dua orang yang saling mencintai karena Allah SWT, orang yang diajak berzina oleh wanita cantik dan kaya namun menolak dengan tegas karena takut kepada Allah SWT, orang yang bersedekah secara diam-diam, serta orang yang berdzikir untuk mengingat Allah SWT dalam kesendirian hingga meneteskan air mata.

Gus Barrun menjelaskan pemimpin yang adil adalah orang yang memimpin dengan keadilan dan kebijaksanaan, tanpa memihak kepada kelompok atau individu tertentu, serta berusaha keras menjalankan tugasnya secara jujur dan adil demi kesejahteraan rakyatnya. Keadilan dalam kepemimpinan sangat dihargai dalam Islam karena mampu menciptakan suasana yang harmonis dan mengutamakan kesejahteraan masyarakat.

Selanjutnya, pemuda yang sejak kecil hingga dewasa tumbuh dalam ibadah kepada Allah SWT selalu menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya serta membiasakan diri dengan melaksanakan ibadah seperti shalat, puasa, membaca Al-Quran dengan tekun dan ikhlas serta berbagai bentuk kebaikan lainnya menjadi tanda kesucian hati dan kekuatan iman yang luar biasa.

“Ketaatan sejak dini menunjukkan betapa seseorang memiliki kekuatan iman dan komitmen yang kuat terhadap ajaran agama,” ucapnya.

Di akhir kajian, Ia menegaskan bahwa orang yang mampu mengingat Allah SWT dalam kesendirian menunjukkan kedalaman iman dan rasa takut yang tulus kepada-Nya karena air mata yang menetes karena rasa takut dan cinta kepada Allah SWT merupakan bukti ketulusan dan keikhlasannya dalam beribadah sebagai hamba yang sangat dekat dengan-Nya dan akan mendapatkan perlindungan khusus di hari akhir nanti. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)