Pagar Nusa Open 2024 Lestarikan Pencak Silat dan Jaring Atlit Berprestasi Tingkat Nasional
- Oct 06, 2024
- Aryo Tejo
- Olahraga
ntuk mengembangkan dan melestarikan seni bela diri pencak silat sebagai bagian penting dari warisan budaya bangsa Indonesia, serta memperkuat jati diri dan rasa cinta para pesilat terhadap budaya lokal yang kaya dengan nilai-nilai tradisi kearifan lokal dalam masyarakat, maka Pimpinan Cabang Pagar Nusa Kabupaten Sleman menyelenggarakan kegiatan bertajuk ‘Pagar Nusa Open 2024’ se-Daerah Istimewa Yogyakarta yang digelar di Gedung Universitas Nahdlatil Ulama, Banyuraden, Gamping, Sleman selama 3 hari, Jumat (4/10/2024) hingga Minggu (6/10/2024).
Berdasarkan keterangan dari Ketua Panitia Pelaksana Pertandingan, Khamim Busroni bahwa kompetisi perguruan bela diri tradisional di Indonesia yang berada di bawah naungan Nahdlatul Ulama ini diikuti oleh 400 pesilat yang masih berstatus sebagai santri dan santriwati dari berbagai Pondok Pesantren dan madrasah yang tersebar di seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta yang terbagi menjadi beberapa kelompok kejuaraan yaitu usia dini, pra remaja, remaja, dan dewasa.
Sebagai bagian dari pencak silat tradisional, Pagar Nusa mengajarkan kepada anggotanya mengenai pentingnya melestarikan seni dan budaya. Banyak dari jurus yang diajarkan memiliki akar kuat dalam tradisi lokal, dan selama latihan sering kali diiringi dengan nilai-nilai filosofi kehidupan, seperti kesederhanaan, ketangguhan, dan pengendalian diri.
“Selain mempererat tali silaturahmi, kegiatan ini untuk menjaring atlit yang berprestasi dari perguruan silat Pagar Nusa di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta yang akan direkomendasikan mengikuti Kejuaraan Nasional V memperebutkan Piala Presiden dan Piala PBNU di Jakarta pada bulan November 2024 mendatang,” terang Khamim.
Menurutnya, Perguruan Pencak Silat Pagar Nusa secara rutin mengikuti dan menyelenggarakan kompetisi pencak silat, baik di tingkat lokal, nasional maupun internasional. Para atlet Pagar Nusa telah mencetak banyak prestasi dalam berbagai kejuaraan, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Hal ini menunjukkan kualitas pelatihan dan komitmen perguruan dalam menghasilkan pesilat yang handal dan berprestasi.
Lebih lanjut, Ketua Perguruan Pencak Silat Pagar Nusa Kabupaten Sleman, Husaein Eryzona, SH.I. mengungkapkan bahwa sebagai perguruan bela diri yang bernaung di bawah Nahdlatul Ulama maka Pagar Nusa memiliki hubungan yang erat dengan pesantren-pesantren di seluruh Indonesia. Banyak santri yang menjadi bagian dari Pagar Nusa, dan pencak silat sering kali menjadi bagian dari kurikulum di beberapa pondok pesantren sehingga membantu menjaga kesinambungan tradisi pencak silat di lingkungan pendidikan Islam.
“Pencak Silat Pagar Nusa tidak hanya mengenai beladiri saja, tetapi juga tentang membangun kepribadian yang tangguh, berakhlak mulia, dan cinta tanah air sejalan dengan nilai-nilai yang diusung oleh Nahdlatul Ulama,” tegas Husaein.
Adapun hasil pertandingan menyatakan perguruan pencak silat Pagar Nusa dari Pansa Yogyakarta sebagai Juara Umum I dengan perolehan 10 medali emas dan 9 medali perak disusul Pondok Krapyak Yayasan Ali Maksum sebagai juara Umum II yang meraih 10 medali emas dan 7 medali perak, serta Cepedi Yogyakarta sebagai Juara Umum III yang mendapatkan 7 medali emas.
Sedangkan Pesilat terbaik di kelompok usia remaja diraih oleh Rohman dari Pansa Yogyakarta dan Aripatus Zahra dari Pondok Pesantren Sunan Pandanaran yang mendapat trophy kejuaraan beserta beasiswa kuliah sampai lulus dari Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta sebagai apresiasi atas prestasi yang diraih. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)