Pelatihan Kesehatan Jiwa bagi Penyandang Disabilitas, Banyuraden Menuju Kalurahan Inklusif
- Dec 23, 2025
- Adnan Nurtjahjo
- Kesehatan
Sleman – Pemerintah Kalurahan Banyuraden terus memperkuat komitmen dalam mewujudkan kalurahan inklusif melalui pelatihan dan penyuluhan kesehatan jiwa bagi masyarakat penyandang disabilitas. Kegiatan ini diselenggarakan atas koordinasi Kamituwa bersama Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Banyuraden.
Pelatihan yang digelar di Waroeng Omah Sawah, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Selasa (23/12/2025) tersebut diikuti oleh penyandang disabilitas, keluarga pendamping, serta perwakilan unsur masyarakat. Kegiatan ini menjadi ruang edukasi sekaligus dialog terbuka mengenai pentingnya kesehatan jiwa sebagai bagian tak terpisahkan dari kesejahteraan sosial.
Kamituwa Banyuraden, Agus Nurdalmadi dalam sambutannya menegaskan bahwa penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk memperoleh layanan kesehatan, termasuk kesehatan mental.
“Pemahaman yang tepat di tingkat keluarga dan lingkungan sangat menentukan kualitas hidup penyandang disabilitas,” ujarnya.
Narasumber utama, perwakilan Puskesmas Gamping II, Yuni Murniati menyampaikan materi tentang pengenalan gangguan kesehatan jiwa, cara deteksi dini, serta pola pendampingan yang tepat bagi penyandang disabilitas. Ia menekankan pentingnya pendekatan empatik dan berkelanjutan dalam penanganan kesehatan mental.
Menurut Yuni, stigma dan kurangnya informasi masih menjadi tantangan utama dalam upaya pemenuhan kesehatan jiwa penyandang disabilitas.
“Edukasi kepada masyarakat luas perlu terus dilakukan agar tercipta lingkungan yang ramah, aman, dan mendukung proses pemulihan,” ujarnya.
Sementara itu, Bhabinkamtibmas Banyuraden, Aipda Suyanto menyoroti peran keamanan dan ketertiban masyarakat dalam mendukung kesehatan jiwa. Ia menyampaikan bahwa lingkungan yang kondusif, bebas dari perundungan dan diskriminasi, sangat berpengaruh terhadap stabilitas psikologis penyandang disabilitas.
Dirinya mengajak masyarakat untuk lebih peduli dan berani melaporkan apabila terjadi kekerasan, penelantaran, atau perlakuan tidak manusiawi terhadap kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas.
“Sinergi antara masyarakat, pemerintah kalurahan, dan aparat keamanan menjadi kunci pencegahan masalah sosial,” tandas Aipda Suyanto.
Senada hal tersebut, Ketua Satgas PPA Banyuraden, Sayekti Rahayu pun menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam memperkuat sistem perlindungan bagi perempuan, anak, dan penyandang disabilitas. Satgas berkomitmen untuk terus menghadirkan program edukatif yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Melalui forum ini, Pemerintah Kalurahan Banyuraden berupaya meningkatkan kualitas hidup, kemandirian, dan partisipasi penuh penyandang disabilitas. Jangka panjangnya, terbangun kesadaran kolektif tentang pentingnya kesehatan jiwa serta terwujudnya kalurahan yang inklusif, ramah disabilitas, dan berkeadilan sosial bagi seluruh warganya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)