Pelatihan KIM DIY: Hasilkan Feature Berkualitas Untuk Literasi Publik
- Aug 14, 2025
- Adnan Nurtjahjo
- Berita Pemerintahan, Pendidikan
Sleman – Kemampuan menulis feature menjadi keterampilan yang tak kalah penting bagi Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Feature bukan sekadar berita lantaran menyajikan kisah dengan kedalaman, narasi yang memikat, dan sentuhan yang mampu menggerakkan pembaca.
Melalui pelatihan pembuatan feature yang berlangsung di Aula Kresna Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) DIY, Kamis (14/8/2025) anggota KIM dapat memperkaya cara mereka menyampaikan informasi, sehingga pesan yang diusung lebih mengena dan berkesan.
Kegiatan yang dihadiri perwakilan dari Forum Kelompok Informasi Masyarakat tingkat kabupaten/kota ini dibuka secara resmi oleh Wiwik Lestariningrum selaku Pranata Humas Muda Dinas Kominfo DIY. Hadir sebagai narasumber Kepala Biro Perum Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA DIY, Nur Istibsaroh yang mengupas tentang mudahnya menulis feature.
“Feature biasanya berisi human interest untuk menghibur dan tidak terikat waktu. Selain itu, gaya dan struktur penulisannya bebas dan berwarna dalam struktur piramida,” ucap Istibsaroh mengawali presentasinya.
Ia pun membeberkan pentingnya nilai berita yang dapat disajikan dalam artikel. Menurutnya, nilai berita dibutuhkan dalam penulisan feature karena menjadi penentu apakah sebuah cerita layak dibaca dan relevan bagi audiens.
Meskipun feature memiliki gaya naratif yang lebih santai dibanding berita straight news, namun unsur nilai berita seperti kedekatan, dampak, human interest, aktualitas, dan keunikan tetap harus hadir.
“Tanpa nilai berita yang jelas, sebuah feature berisiko kehilangan daya tarik dan tenggelam di tengah lautan informasi,” tandasnya.
Selain itu, nilai berita membantu penulis feature memilih sudut pandang atau angle yang tepat. Dengan memahami aspek apa yang membuat sebuah kisah istimewa, penulis dapat menonjolkan elemen-elemen penting yang akan memikat pembaca sejak awal.
Lebih lanjut, Istibsaroh memberikan tips menulis feature seperti pemilihan topik, mengawali dengan riset, menentukan sudut pandang, membuat outline, memulai menulis hingga membaca ulang naskah yang telah selesai.
Wanita yang memiliki sertifikat uji kompetensi wartawan utama ini juga menyampaikan cara mudah mengawali menulis feature. Penulis perlu mengawali artikel dengan kalimat kuat agar pembaca penasaran dan tertarik. Selanjutnya, diskripsikan kalimat kuat tersebut pada lead artikel untuk membawa pembaca seolah-olah berada di tempat kejadian.
“Jangan lupa gunakan kutipan yang relevan dan kuat dalam tubuh feature,” imbuhnya bersemangat.
Istibsaroh berpesan, dalam penulisan feature, hal yang terpenting adalah kemampuan untuk menghidupkan fakta. Penulis tidak hanya menulis apa yang terjadi, namun juga membangun suasana, menggali detail, dan menghadirkan cerita yang membuat pembaca menyimak hingga akhir kalimat. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)