Pelopor Perikanan Air Tawar, Ketekunan Saptono Bawa Pokdakan Mina Ngremboko Sleman Raih Prestasi Nasional
- May 23, 2026
- Adnan Nurtjahjo
- Pemberdayaan
Sleman — Industri perikanan air tawar di Kabupaten Sleman terus menunjukkan taji di kancah nasional berkat tangan dingin para pelaku lokalnya. Salah satu figur sentral di balik kesuksesan ini adalah Saptono, Ketua Kelompok Budidaya Ikan (Pokdakan) Mina Ngremboko yang berbasis di Kapanewon Ngemplak, Kabupaten Sleman. Ia sukses menorehkan peta prestasi baru dengan membawa kelompoknya diakui sebagai salah satu sentra budidaya ikan paling inovatif di Indonesia.
Melalui konsistensi yang dirintis dari skala kecil, Saptono berhasil mentransformasi Pokdakan Mina Ngremboko menjadi episentrum perikanan air tawar terintegrasi di Daerah Istimewa Yogyakarta. Di bawah komandonya, kelompok ini tidak lagi sekadar berfokus pada pembesaran komoditas ikan lele (Clarias Batrachus) dan ikan nila (Oreochromis Niloticus), melainkan telah merambah ke sektor hulu hingga hilir yang mencakup pembenihan mandiri hingga pengolahan pascapanen untuk mendongkrak nilai tambah produk ekonomi anggota.
Komitmen panjang tersebut membawa Pokdakan Mina Ngremboko meraih penghargaan Adibakti Mina Bahari dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia. Penghargaan tertinggi berskala nasional itu diserahkan langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan saat itu, Susi Pudjiastuti, sebagai apresiasi resmi negara kepada pelaku utama perikanan yang dinilai memberikan kontribusi nyata bagi kedaulatan pangan dan pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan.
“Penghargaan Adibakti Mina Bahari ini menjadi motivasi besar bagi kami untuk tidak cepat puas, melainkan terus berinovasi dan mengembangkan perikanan rakyat. Kami ingin membuktikan bahwa nelayan darat dan pembudidaya lokal mampu berbicara banyak di level nasional,” ujar Saptono saat ditemui di Sekretariat Pokdakan Mina Ngremboko, Sabtu (23/5/2026).
Reputasi kelompok asal Sleman ini kian diperkuat dengan keberhasilan mereka menyabet Juara I Nasional dalam ajang Kelompencapir Gerakan Nasional Masyarakat Peduli Industrialisasi Kelautan dan Perikanan (Gempita). Rentetan prestasi ini diraih bukan lewat jalan pintas, mengingat Saptono telah mengantongi sertifikasi kepelatihan budidaya ikan dari lembaga sertifikasi profesi nasional, yang ia terapkan langsung dalam tata kelola harian kelompok.
Sejak mulai menggerakkan roda usaha perikanan ini pada tahun 1988, Saptono memang menaruh perhatian besar pada aspek pemberdayaan masyarakat. Ia secara aktif merangkul warga sekitar, khususnya generasi muda di Sleman, untuk melihat sektor perikanan bukan lagi sebagai profesi sampingan, melainkan sebagai lini bisnis modern yang menjanjikan dan berkelanjutan.
“Kami sangat berharap generasi muda di Sleman tertarik untuk terjun langsung dan mengembangkan sektor perikanan secara profesional karena potensinya sangat menjanjikan bagi masa depan ekonomi daerah. Budidaya modern dengan teknologi tepat guna adalah kunci agar kita bisa mandiri secara pangan,” kata Saptono menegaskan komitmen regenerasinya.
Pengalaman empiris selama puluhan tahun membuat pria ini kerap dipercaya menjadi narasumber nasional dalam berbagai bimbingan teknis, terutama dalam membedah sistem manajemen pengelolaan air dan penguatan bisnis perikanan. Kehadiran unit usaha terpadu dari Mina Ngremboko terbukti efektif menciptakan lapangan kerja baru di tingkat lokal sekaligus menekan angka pengangguran di wilayah pinggiran Sleman.
Keberhasilan yang ditunjukkan oleh Saptono dan Pokdakan Mina Ngremboko memberikan pesan kuat bagi dunia agribisnis nasional bahwa sektor perikanan rakyat memiliki daya saing yang sangat tinggi apabila dikelola dengan sentuhan inovasi yang konsisten. Capaian ini sekaligus mempertegas posisi Kabupaten Sleman sebagai salah satu lumbung ikan air tawar paling produktif yang patut menjadi percontohan nasional. (Adnan Nurtjahjo/KIM Pararta Guna Gamping)