Pembersihan Sampah dan Enceng Gondok di Perairan Embung Serut Banyuraden Demi Kelestarian Lingkungan
- Oct 08, 2024
- Aryo Tejo
- Lingkungan Hidup
Sebagai wujud kepedulian dari warga masyarakat dalam membantu menjaga kelestarian alam serta mencegah potensi masalah kesehatan yang disebabkan oleh sampah yang mengendap di perairan, maka dua warga Dusun Cokrowijayan yang tergabung dalam Komunitas Kekandhangan Banyuraden melakukan pembersihan Embung Serut secara mandiri yang berlokasi di Sukunan, Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Senin (7/10/2024).
Sampah dan tanaman enceng gondok yang memenuhi permukaan embung dapat mencemari air dan mengganggu sumber daya air yang digunakan oleh masyarakat sekitar. Oleh karena itu, pembersihan sampah perlu dilakukan demi menjaga kelestarian dan kualitas air yang ada sehingga tetap bisa digunakan untuk berbagai kepentingan, seperti irigasi maupun konsumsi masyarakat.
Hal tersebut yang menjadi alasan dari Joko Pujianto dan Setiangga yang kesehariannya sebagai petugas parkir di wilayah setempat dan memiliki inisiatif pembersihan embung untuk menjaga keberlanjutan fungsi embung, baik dari segi lingkungan, kesehatan, maupun sosial ekonomi masyarakat sekitar.
Menurut Joko, Embung Serut berfungsi sebagai penampung air yang berguna untuk irigasi dan pengendalian banjir. Jika embung dipenuhi sampah, fungsinya akan terganggu. Kegiatan pembersihan ditujukan untuk memulihkan fungsi ekologis embung, sehingga dapat berfungsi secara maksimal dalam mengelola air hujan dan mencegah terjadinya banjir di sekitar wilayah Dusun Cokrowijayan.
Kebiasaan buruk dari warga yang membuang sampah di perairan Embung Serut dan melimpahnya tanaman enceng gondok sehingga menutupi permukaan embung dapat mencemari air dan mengganggu sumber daya air yang digunakan oleh masyarakat. Karenanya, kegiatan pembersihan sampah dan tanaman enceng gondok perlu dilakukan untuk menjaga kelestarian dan kualitas air yang ada agar tetap bisa digunakan sebagai irigasi pertanian maupun perikanan.
“Kami berdua sangat prihatin melihat kondisi perairan Embung Serut ini. Banyak hal yang dapat dilakukan untuk memanfaatkan sumberdaya yang ada. Jika lingkungan Embung ini bersih, maka warga setempat dapat mengembangkan usaha kuliner yang sudah berjalan selama ini,” tutur Joko.
Inisiatif pembersihan embung merupakan langkah nyata demi menjaga keseimbangan antara pembangunan, lingkungan, dan kesehatan masyarakat. Melalui kegiatan ini, Ia mengajak masyarakat sekitar untuk lebih sadar secara kolektif sekaligus berpartisipasi aktif akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan di area publik terutama sumber air.
Lebih lanjut dikatakan Setiangga bahwa tumpukan sampah dan lebatnya tanaman enceng gondok di permukaan air embung dapat menyumbat aliran air dan meningkatkan risiko banjir saat musim hujan. Pembersihan ini dilakukan untuk memastikan bahwa aliran air di embung tidak terganggu oleh sampah dan tanaman enceng gondok sehingga risiko banjir dapat diminimalkan, terutama di daerah sekitar yang rawan tergenang air.
Dirinya juga berharap kegiatan yang dilakukan secara sukarela ini dapat mendorong partisipasi aktif dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, masyarakat, dan organisasi lingkungan sehingga lebih banyak pihak yang terlibat sehingga kebersihan Embung Serut bisa terus terjaga dan berdampak positif bagi lingkungan sekitar.
“Rencana kami ke depan yaitu dapat memanfaatkan tanaman enceng gondok yang melimpah disini menjadi pupuk organik yang efektif untuk meningkatkan kesuburan tanah karena pupuk dari enceng gondok dapat membantu memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan kemampuan tanah dalam menyimpan air,” cetus Angga.
(Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)