Pemkal Banyuraden Ikuti Penilaian Lomba Evaluasi Perkembangan Desa dan Kalurahan 2024

  • Sep 20, 2024
  • Aryo Tejo
  • Berita Pemerintahan

Tim penilai lomba evaluasi perkembangan desa dan kalurahan tahun 2024 yang dipimpin oleh Samsul Bakri selaku Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan Kabupaten Sleman melakukan penilaian di Gedung Serbaguna Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Jumat (20/9/2024).

Penilaian berdasarkan indikator evaluasi bidang pemerintahan yang meliputi pemerintahan, kinerja, inisiatif, kreatifitas dalam pemberdayaan masyarakat desa dan kalurahan berbasis teknologi serta pelestarian adat dan budaya.

Kehadiran tim juri disambut oleh Panewu Gamping, Tamzis Sarwana, Lurah Banyuraden, Sudarisman didampingi Pamong Kalurahan, Kepala Jawatan Praja Kapanewon Gamping, Budi Supriyanto, Badan Permusyawaratan Kalurahan Banyuraden, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga, Babinsa serta Bhabinkamtibmas.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan Kabupaten Sleman, Samsul Bakri menuturkan bahwa lomba ditujukan untuk mendorong desa dan kalurahan agar berinovasi dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada. Dengan adanya lomba, diharapkan muncul ide-ide baru yang kreatif dan efektif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dalam aspek ekonomi, sosial, maupun budaya.

Selain itu, diharapkan pembangunan desa/kalurahan akan lebih terfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui program dan inovasi yang dilakukan pemerintah desa/kalurahan sehingga dapat secara langsung berkontribusi pada peningkatan taraf hidup warga, baik melalui peningkatan ekonomi, kesehatan, pendidikan, maupun infrastruktur.

Keterlibatan masyarakat mulai dari tahap perencanaan hingga evaluasi hasil pembangunan, serta keberhasilan pemerintah kalurahan dalam mendorong partisipasi aktif masyarakat menjadi aspek penting dalam penilaian.

Sedangkan aspek inovasi dinilai dari sejauh mana desa/kalurahan menciptakan terobosan dalam menangani masalah lokal, seperti pengelolaan sumber daya, pengembangan ekonomi kreatif, teknologi tepat guna, atau inovasi pelayanan publik.

“Untuk menjadi juara harus mempunyai keunggulan dibanding peserta yang lain, sehingga perlu adanya inovasi baru guna menambah penilaian. Karenanya, inovasi yang efektif dan bisa ditiru oleh desa lain akan memberikan nilai tambah,” terang Samsul. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)