Pemkal Banyuraden Siap Gelar Upacara Adat Suran Mbah Demang

  • May 25, 2026
  • Adnan Nurtjahjo
  • Berita Pemerintahan

Sleman — Pemerintah Kalurahan Banyuraden menggelar rapat koordinasi persiapan Upacara Adat Suran Mbah Demang pada Senin malam (25/5/2026) di Ruang Rapat Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman. Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari perangkat kalurahan, tokoh masyarakat, panitia budaya, hingga personel TNI dan Polri guna memastikan seluruh rangkaian acara berjalan aman, tertib, dan lancar.

Kehadiran aparat Kepolisian Sektor Gamping dan Koramil 17/Gamping dalam rapat koordinasi tersebut dinilai penting sebagai bentuk sinergi lintas sektor dalam mendukung pelestarian tradisi budaya masyarakat. Selain menjaga keamanan dan ketertiban, keterlibatan aparat juga menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi yang efektif antara pemerintah, masyarakat, dan unsur pengamanan di lapangan.

Dalam rapat yang dipimpin Lurah Banyuraden, Sudarisman, dibahas berbagai aspek teknis pelaksanaan upacara adat, mulai dari pengaturan arus lalu lintas, pengamanan jalur kirab budaya, penempatan personel di titik keramaian, hingga antisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. 

“Koordinasi yang matang dianggap menjadi kunci utama agar kegiatan budaya dapat berlangsung dengan aman tanpa mengurangi nilai sakral tradisi yang dijalankan warga,” ucapnya.

Iptu Teguh Riyanto mewakili Kepala Kepolisian Sektor Gamping menyampaikan bahwa keterlibatan aparat bukan hanya sebatas pengamanan, namun juga sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya lokal yang menjadi identitas masyarakat. 

“Tradisi Suran Mbah Demang sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) memiliki nilai historis dan sosial yang perlu dijaga bersama sebagai warisan budaya turun-temurun,” ujarnya.

Lebih lanjut, pihak kepolisian menekankan pentingnya deteksi dini dan langkah preventif selama rangkaian kegiatan berlangsung. Dengan banyaknya masyarakat dan tamu yang diperkirakan hadir, pengamanan terpadu diperlukan agar kegiatan berjalan kondusif serta mampu memberikan rasa aman bagi seluruh peserta dan pengunjung.

Sementara itu, Banit Lantas Polsek Gamping, Aiptu Dwi Saputro bersama Bhabinkamtibmas Banyuraden, Aipda Suyanto menegaskan bahwa pengaturan lalu lintas menjadi salah satu fokus utama mengingat tingginya mobilitas masyarakat selama pelaksanaan kegiatan adat. Oleh karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat untuk mematuhi arahan petugas demi menghindari kemacetan dan potensi gangguan keamanan di sekitar lokasi acara.

Upacara Adat Suran Mbah Demang yang akan dilaksanakan dalam bentuk kirab budaya pada tanggal 23 Juni 2026 merupakan tradisi masyarakat yang rutin digelar sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur sekaligus ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tradisi tersebut telah menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat Banyuraden yang terus dijaga keberlangsungannya dari generasi ke generasi.

“Kami berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama menjaga ketertiban dan saling menghormati selama kegiatan berlangsung. Tradisi budaya ini merupakan warisan leluhur yang harus dijaga bersama, sehingga pelaksanaannya perlu didukung dengan situasi kamtibmas yang kondusif,” ujar Aiptu Dwi Saputro. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)