Peringati Hari Jadi ke-110 Sleman, Puskesmas Gamping II Fasilitasi Cek Kesehatan dan Skrining Penyakit Gratis
- May 29, 2026
- Adnan Nurtjahjo
- Kesehatan
Sleman — Tingginya prevalensi penyakit tidak menular (PTM) di kalangan masyarakat urban memicu otoritas kesehatan untuk memperluas jangkauan deteksi dini. Memanfaatkan momentum peringatan Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman, Puskesmas Gamping II menggelar aksi pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis berskala makro yang dipusatkan di Pendopo Kantor Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, pada Jumat (29/5/2026).
Langkah jemput bola ini dioptimalkan sebagai instrumen preventif guna menyisir potensi gangguan kesehatan kronis di tingkat keluarga. Sejak pagi hari, ratusan warga dari berbagai kluster usia tampak memadati area pendopo untuk mengakses beragam layanan laboratorium dasar, yang meliputi pengukuran tekanan darah, pengecekan kadar gula darah sewaktu, pemeriksaan kolesterol total, konsultasi medis, hingga edukasi gizi seimbang.
Kepala Puskesmas Gamping II, Aris Misyari, menegaskan bahwa perayaan hari jadi daerah harus diorientasikan pada pemenuhan hak-hak dasar publik, salah satunya pemastian derajat kesehatan masyarakat. Program skrining massal tanpa biaya ini dirancang untuk mendobrak sekat psikologis warga yang selama ini cenderung enggan mendatangi fasilitas klinis sebelum keluhan penyakitnya memasuki stadium lanjut.
“Peringatan Hari Jadi Kabupaten Sleman sudah sepatutnya kita wujudkan melalui aksi nyata yang memberikan kemanfaatan langsung kepada masyarakat luas. Salah satunya melalui program pemeriksaan kesehatan gratis ini, yang bertindak sebagai langkah intervensi hulu untuk menekan angka kesakitan akibat komplikasi penyakit degeneratif. Kami ingin mendorong paradigma sehat di masyarakat, di mana deteksi dini menjadi sebuah kebutuhan harian demi peningkatan kualitas hidup jangka panjang,” ujar Aris Misyari di sela-sela memantau jalannya pemeriksaan.
Di meja layanan konsultasi, tim medis yang bertugas, Indah, secara teliti membedah lembar hasil laboratorium harian para pasien. Indah menjelaskan bahwa indikator angka yang tertera pada lembar hasil pemeriksaan merupakan peta klinis yang sangat krusial sebagai fondasi pengendalian faktor risiko metabolik, seperti gejala awal hipertensi dan diabetes melitus.
“Melalui lembar hasil pemeriksaan laboratoris ini, warga bisa langsung mengidentifikasi batas ambang normal tubuh mereka dan mengetahui faktor risiko penyakit bawaan secara objektif. Kami mengimbau dengan sangat agar warga tidak mengabaikan hasil skrining ini, terutama jika ditemukan indikator yang telah melampaui batas aman. Intervensi dini, baik melalui modifikasi pola makan, pembatasan konsumsi garam dan gula, maupun aktivitas fisik yang teratur, akan jauh lebih efektif dan efisien jika dibandingkan dengan pengobatan kuratif di rumah sakit ketika organ tubuh sudah mengalami kerusakan,” kata Indah menjelaskan konsekuensi medis kepada pasien.
Aksi tanggap kesehatan ini disambut antusias oleh para pengunjung yang merasa terbantu secara finansial, mengingat biaya skrining metabolik mandiri di laboratorium komersial relatif tinggi bagi masyarakat menengah ke bawah. Melalui sinergi yang kokoh antara unit pelaksana teknis puskesmas, jajaran kapanewon, dan kader wilayah, momentum ekologis ini diharapkan mampu memperkuat komitmen makro Kabupaten Sleman dalam mencetak generasi yang sehat, mandiri, dan tangguh guna mendukung roda pembangunan daerah yang berkelanjutan. (Adnan Nurtjahjo/KIM Pararta Guna Gamping)