Peringati Hari Jadi ke-110 Sleman, PMI Gamping Gelar Aksi Donor Darah Lintas Sektoral

  • May 29, 2026
  • Adnan Nurtjahjo
  • Kesehatan

Sleman — Momentum peringatan hari jadi ke-110 Kabupaten Sleman dimanfaatkan oleh jajaran kemanusiaan untuk mempertebal solidaritas sosial dan membantu sesama. Langkah nyata ini diwujudkan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kapanewon Gamping dengan menggelar aksi bakti sosial donor darah massal yang dipusatkan di Pendopo Kantor Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, pada Jumat (29/5/2026).

Agenda kemanusiaan yang berlangsung sejak pagi hari tersebut mengonsolidasikan berbagai elemen strategis, mulai dari aparatur pemerintah kapanewon, jajaran relawan, personel TNI-Polri, hingga warga masyarakat umum. Aksi kolektif ini dioptimalkan sebagai langkah taktis untuk membantu mengamankan ketersediaan stok kantong darah di unit pelayanan transfusi darah PMI Kabupaten Sleman yang kerap mengalami lonjakan permintaan dari sejumlah rumah sakit.

Panewu Gamping, Suyanto, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas besarnya animo dan keterlibatan aktif semua unsur dalam menyukseskan agenda sosial ini. Menurut analisisnya, perayaan hari jadi daerah sudah selayaknya diisi dengan kegiatan-kegiatan yang menyentuh langsung aspek pemenuhan kebutuhan dasar dan keselamatan jiwa masyarakat.

“Kegiatan sosial seperti donor darah ini perlu terus kita galakkan secara masif untuk merawat budaya gotong royong yang menjadi akar filosofis masyarakat kita. Selain berkontribusi langsung dalam menjaga stabilitas pasokan darah di markas PMI, forum kemanusiaan ini menjadi sarana paling efektif untuk membangun kepekaan sosial serta mengikat kembali semangat kebersamaan lintas elemen masyarakat di wilayah Kapanewon Gamping,” ujar Suyanto saat memantau langsung jalannya proses pengambilan darah.

Tingginya antusiasme warga yang mengantre untuk menyumbangkan darahnya menunjukkan indikator positif dari kuatnya sinergi komunal masyarakat Gamping. Pihak otoritas wilayah pun berharap agar kebiasaan mendonorkan darah secara sukarela ini dapat bergeser dari sekadar partisipasi momentum seremonial menjadi bagian dari gaya hidup sehat yang konsisten dijalankan oleh warga.

Urgensi pemenuhan kuota cadangan darah ini dipertegas oleh Ketua PMI Kapanewon Gamping, Sudarmaji. Ia memaparkan bahwa tingkat ketergantungan pelayanan medis rumah sakit di Sleman terhadap pasokan darah segar harian tergolong sangat tinggi, sehingga pergerakan jemput bola ke wilayah-wilayah dinilai menjadi solusi paling instan untuk memitigasi risiko kelangkaan stok darah.

“Kebutuhan pasokan darah di wilayah Kabupaten Sleman secara akumulatif masih sangat tinggi dari waktu ke waktu. Oleh karena itu, kami di tingkat kapanewon terus berupaya memperbanyak frekuensi pelaksanaan donor darah berkala di tingkat basis. Kami menyadari sepenuhnya bahwa partisipasi dan kerelaan masyarakat adalah faktor penentu paling utama di balik keberhasilan seluruh program kemanusiaan penyelematan jiwa ini,” kata Sudarmaji menjelaskan strategi lembaganya.

Sudarmaji menjamin bahwa seluruh rangkaian proses pengambilan darah dari lengan pendonor telah melewati standardisasi klinis dan prosedur kesehatan yang ketat. Sebelum diizinkan melakukan penyadapan darah, setiap calon pendonor diwajibkan melewati fase skrining awal yang meliputi pengukuran tekanan darah, pemeriksaan kadar hemoglobin, penimbangan berat badan, hingga wawancara mendalam mengenai riwayat kesehatan guna memastikan keamanan medis baik bagi pendonor maupun pasien penerima darah nantinya.

Selain mengusung misi menyelamatkan nyawa orang lain, Sudarmaji juga mengedukasi warga bahwa donor darah yang dilakukan secara rutin setiap dua hingga tiga bulan sekali memiliki dampak linear yang sangat baik bagi kebugaran tubuh pendonor itu sendiri. Aktivitas ini mampu menstimulasi pembentukan sel-sel darah merah baru secara berkala, menjaga kesehatan jantung, serta menjadi deteksi dini kesehatan dasar bagi masyarakat secara gratis.

“Melalui momentum Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman ini, kita ingin mempertegas kembali nilai-nilai kemanusiaan yang hidup di tengah masyarakat. Selain membantu menjaga ketersediaan stok darah di unit transfusi, kegiatan ini terbukti efektif memperkuat rasa persaudaraan, kepedulian sosial, serta semangat gotong royong yang menjadi identitas utama warga Kabupaten Sleman yang humanis dan berbudaya,” pungkas Sudarmaji mengakhiri keterangannya. (Adnan Nurtjahjo/KIM Pararta Guna Gamping)