Perjusa SMPN 3 Gamping Bangun Karakter Pramuka Beriman dan Bertakwa
- Aug 23, 2024
- Aryo Tejo
- Pemuda, Pendidikan
Dalam setiap aktivitas Praja Muda Karana (Pramuka), unsur keagamaan selalu menjadi bagian yang tidak terpisahkan karena Pramuka tidak hanya berfokus pada pengembangan fisik dan keterampilan, namun juga pada pengembangan spiritual sesuai dengan Darma Pramuka yang pertama yaitu Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa yang berarti setiap anggota Pramuka harus menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan, menghormati, dan melaksanakan ajaran agama yang diyakini dengan sepenuh hati.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Kamabigus) SMP Negeri 3 Gamping, Kak Yuliyanto dalam kegiatan pembinaan rohani bagi anggota Pramuka yang berlangsung di Musholla sekolah setempat, Jumat malam (23/8/2024) dalam rangkaian acara Perkemahan Jumat Sabtu (Perjusa).
Ia menuturkan, Siraman rohani bagi anggota Pramuka memiliki peran yang sangat penting dalam pembentukan karakter dan kepribadian untuk memperkuat hubungan antara anggota pramuka dengan Tuhan Yang Maha Esa, sehingga bisa menjadi individu yang lebih beriman dan bertakwa. Dengan memiliki landasan spiritual yang kuat, maka lebih mampu menahan diri dari godaan perilaku yang merugikan diri sendiri dan orang lain karena telah tertanam disiplin diri yang kokoh, serta dorongan selalu berbuat kebaikan dalam setiap kesempatan yang ada.
Kegiatan yang diikuti sebanyak 192 siswa kelas VII beserta 42 anggota Dewan Penggalang juga mengajarkan Darma Pramuka yang ke Sembilan yaitu Bertanggung Jawab dan Dapat Dipercaya yang memiliki maksud anggota Pramuka harus menjadi pribadi yang bertanggung jawab atas tindakan dan perkataannya, serta dapat dipercaya oleh orang lain.
Di sini, sebagai anggota Pramuka dapat bersikap lebih introspektif dan reflektif terhadap tindakannya sehari-hari, selalu memikirkan dampak dari setiap tindakan terhadap diri sendiri maupun orang lain, serta menjaga hubungan baik dengan sesama manusia dan lingkungan alam. Sehingga memberikan panduan guna menjalani hidup dengan penuh cinta kasih dan toleransi demi menghormati perbedaan antar sesama.
“Selain itu, tujuan siraman rohani untuk mengurangi kecenderungan anggota Pramuka berperilaku negatif maupun destruktif,” tambah Kak Yuli.
Di penghujung acara, diuraikan Darma Pramuka yang kesepuluh yakni Suci Dalam Pikiran, Perkataan dan Perbuatan yang mengajarkan setiap anggota Pramuka agar menjaga kemurnian dalam berpikir, berbicara, dan bertindak sesuai dengan nilai-nilai moral dan etika yang baik.
Menurutnya, dalam kehidupan sehari-hari, anggota pramuka diharapkan selalu berpikir positif, menghindari pikiran jahat, serta berkata dan bertindak dengan jujur dan sopan. Ini berarti sebagai anggota Pramuka harus menjaga integritas, berusaha untuk tidak menyakiti orang lain melalui kata-kata maupun tindakan dan selalu bertindak dengan niat baik.
“Mari kita jaga keimanan dan kebersihan hati, tingkatkan kualitas diri, senantiasa berusaha menjadi pribadi yang lebih baik dan selalu berbuat kebaikan secara ikhlas tanpa pamrih sesuai dengan nilai-nilai pramuka yang kita junjung tinggi,” ajaknya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)