Perkuat Kemandirian Ekonomi, BUMA Sleman Gelar Pelatihan Ritel Modern

  • May 09, 2026
  • Adnan Nurtjahjo
  • Ekonomi

Sleman — Sebanyak 50 kader Gerakan Pemuda Ansor mengikuti pelatihan manajemen toko ritel modern yang diselenggarakan Badan Usaha Milik Ansor (BUMA) Kabupaten Sleman di Gedung Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (9/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas kader dalam bidang kewirausahaan dan pengelolaan usaha ritel yang profesional di tengah perkembangan industri perdagangan modern yang semakin kompetitif.

Pelatihan yang dibuka secara resmi oleh Direktur BUMA Sleman, H. Ahmad Ihsanuddin menghadirkan Presiden Direktur Ritelteam Indonesia, H. Adri Syahrizal yang memiliki pengalaman dalam pengelolaan usaha ritel dan manajemen bisnis modern. 

Dalam sambutannya, H. Ihsanuddin mengatakan bahwa perkembangan dunia usaha saat ini menuntut kita untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perubahan zaman, termasuk dalam bidang perdagangan ritel yang semakin kompetitif dan berbasis pelayanan. 

“Karena itu, kader Ansor harus memiliki kemampuan manajerial, inovasi, serta semangat kolaborasi agar mampu menjadi pelaku usaha yang profesional dan berdaya saing,” tandasnya.

Menurut H. Ihsanuddin, pelatihan manajemen toko ritel modern ini merupakan bagian dari komitmen BUMA Kabupaten Sleman dalam membangun kemandirian ekonomi kader Ansor melalui penguatan kapasitas usaha dan kewirausahaan. 

“Harapannya, para peserta tidak hanya memahami teori pengelolaan toko modern, tetapi juga mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh untuk membangun dan mengembangkan usaha ritel di wilayah masing-masing,” sambungnya.

Lebih lanjut, H. Adri Syahrizal menjelaskan bahwa dunia ritel mengalami perubahan sangat cepat seiring perkembangan teknologi digital, perubahan gaya hidup masyarakat, serta meningkatnya persaingan usaha. Karenanya, pelaku usaha dituntut mampu memahami kebutuhan pasar, menciptakan kenyamanan konsumen, serta menghadirkan layanan yang efisien dan kompetitif.

Peserta juga diperkenalkan pada berbagai model bisnis ritel modern, mulai dari minimarket, toko kebutuhan harian, toko berbasis komunitas, hingga konsep hybrid store yang menggabungkan penjualan offline dan online. Menurut H. Adri, kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi menjadi faktor penting agar usaha ritel tetap bertahan dan berkembang di tengah perubahan zaman.

Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi pelatihan yang dikemas secara interaktif melalui pemaparan materi, diskusi, simulasi pelayanan pelanggan, hingga studi kasus pengelolaan toko. 

Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai tata kelola usaha toko modern, mulai dari aspek perencanaan hingga strategi pengembangan usaha. Para peserta yang berasal dari berbagai kapanewon di Kabupaten Sleman, diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi organisasi berbasis kemandirian usaha.

“Dengan pengelolaan yang profesional dan adaptif terhadap perkembangan zaman, usaha ritel kader Ansor diharapkan dapat tumbuh menjadi kekuatan ekonomi baru yang mendukung kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat kemandirian organisasi,” ungkap H. Ihsanuddin saat menutup pelatihan. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)