Petarung Satlat Demak Ijo Raih 3 Medali Cabor Tarung Derajat PORDA DIY XVII 2025

  • Sep 11, 2025
  • Adnan Nurtjahjo
  • Pemuda, Olahraga

Sleman – Keberhasilan gemilang diraih Satuan Latihan (Satlat) Tarung Derajat Demak Ijo pada ajang Pekan Olahraga Daerah (PORDA) DIY XVII tahun 2025 yang digelar di Kabupaten Gunungkidul. Tiga petarung andalan mereka berhasil membawa pulang dua medali emas dan satu medali perak di cabang olahraga (Cabor) tarung derajat. Sebuah capaian yang tidak hanya membanggakan satlat, tetapi sekaligus menjadi motivasi bagi para atlet muda lainnya.

Berdasarkan keterangan dari Kang Feriyadi dan Kang Ruslan selaku pelatih di Sekretariat Satlat Demak Ijo, Pendhapa Kekandhangan Banyuraden, Sleman, Kamis (11/9/2025) pihaknya menerjunkan tiga petarungnya di kelas yang berbeda.

Dengan teknik yang matang, stamina yang prima, serta keberanian menghadapi lawan, mereka menunjukkan kelasnya di gelanggang tarung. Dua medali emas berhasil dipersembahkan melalui penampilan penuh determinasi Muhammad Tegar Abdulgani (Kelas 58,1 – 61 kg) dan Kristanti (Kelas 54,1 – 58 kg).  

Sementara satu medali perak diperoleh Mutiara Nur Fauziah Perak yang bertanding di kelas 58,1 – 62 kg. Hal ini menjadi bukti bahwa perjuangan keras selalu bernilai, meski belum mencapai puncak tertinggi.

Menurut Kang Feriyadi, keberhasilan ini diraih bukan secara instan. Ketiga atlet tersebut telah melewati rangkaian latihan intensif, disiplin, dan konsistensi yang dibangun dalam Satlat Demak Ijo. Para pelatih menekankan bahwa kemenangan di PORDA bukan sekadar hasil dari kekuatan fisik, tetapi juga kecerdasan membaca situasi serta mental berjuang yang tidak mudah menyerah. “Inilah nilai-nilai yang sejak lama ditanamkan dalam tradisi tarung derajat,” tandasnya.

Setiap petarung tidak hanya berjuang untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk nama baik Satlat dan daerah. Dukungan antar atlet terlihat jelas saat ketiganya saling menyemangati sebelum bertanding maupun saat menghadapi tekanan berat di atas arena. “Semangat kebersamaan ini menjadi salah satu kunci sukses mereka,” timpal Kang Ruslan.

PORDA DIY XVII di Gunungkidul sendiri menjadi ajang yang dinanti-nanti karena menjadi panggung bagi para atlet daerah untuk unjuk prestasi. Cabor tarung derajat selalu menarik perhatian publik karena penuh dinamika, memadukan kekuatan, kelincahan, dan strategi. Prestasi Satlat Demak Ijo di tahun ini menegaskan eksistensi mereka sebagai salah satu satlat yang patut diperhitungkan di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sebagai pelatih, mereka mengungkapkan rasa bangga atas capaian anak didiknya. Menurutnya capaian ini bukan akhir, melainkan langkah awal menuju target yang lebih besar yaitu ajang kompetisi tarung derajat tingkat nasional. Harapannya, keberhasilan di PORDA dapat menjadi batu loncatan bagi para petarung untuk menembus kejuaraan yang lebih bergengsi dan membawa nama DIY ke kancah nasional.

Catatan sejarah manis telah ditorehkan Satlat Demak Ijo. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa tekad, latihan keras dan kebersamaan mampu mengantarkan seseorang menuju puncak. Demak Ijo kini berdiri tegak sebagai inspirasi, bahwa dari Satlat kecil di Banyuraden, Sleman, lahir petarung-petarung tangguh yang siap mengharumkan nama daerah di level yang lebih tinggi. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)