Petugas SPPG Ikuti Bimtek Pengolahan Produk Perikanan di Gamping
- Mar 05, 2026
- Adnan Nurtjahjo
- Pemberdayaan
Sleman — Bimbingan teknis (bimtek) pengolahan produk perikanan bagi petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) digelar di Pendhapa Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Kamis (5/3/2026). Kegiatan ini diselenggarakan oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta bekerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai fasilitator pelatihan.
Sebanyak 30 petugas SPPG mengikuti kegiatan tersebut. Mereka memiliki peran penting dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat, khususnya melalui penyediaan makanan bergizi bagi kelompok sasaran program pelayanan gizi.
Dalam bimtek ini, peserta mendapatkan materi dari dosen Universitas Gadjah Mada, Aulia Ardhi. Materi yang disampaikan meliputi keamanan pangan, inovasi olahan ikan, serta teknik pengolahan hasil perikanan yang sehat, higienis, dan memiliki kandungan gizi optimal.
“Ikan merupakan salah satu sumber protein hewani yang sangat baik bagi kesehatan dan pertumbuhan tubuh. Oleh karena itu, pemanfaatan hasil perikanan sebagai bahan pangan bergizi perlu terus didorong melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang terlibat dalam pelayanan gizi masyarakat,” jelas Aulia.
Ia menambahkan, penguasaan teknik fillet ikan menjadi keterampilan penting bagi petugas SPPG karena berkaitan langsung dengan kualitas penyajian makanan, efisiensi bahan baku, serta keamanan pangan yang diberikan kepada masyarakat. Teknik fillet juga memungkinkan ikan diolah dengan lebih bersih, praktis, dan mudah dikonsumsi oleh berbagai kelompok sasaran program gizi.
Salah satu manfaat utama teknik fillet adalah memisahkan daging ikan dari tulang secara tepat dan higienis. Dengan teknik yang benar, petugas dapat meminimalkan risiko adanya duri atau tulang yang tertinggal dalam makanan. Hal ini sangat penting terutama ketika makanan disajikan kepada anak-anak, lansia, maupun kelompok rentan yang membutuhkan makanan aman dan mudah dikonsumsi.
Selain itu, teknik fillet juga membuka peluang inovasi menu berbasis ikan. Daging ikan yang sudah difillet dapat diolah menjadi berbagai produk makanan seperti nugget ikan, dimsum, bakso ikan, perkedel ikan, hingga sup atau tumisan berbasis ikan.
“Variasi menu ini penting agar makanan bergizi tetap menarik dan tidak menimbulkan kejenuhan bagi penerima layanan,” tambahnya.
Para peserta menyambut baik kegiatan pelatihan tersebut karena memberikan pengetahuan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam penyusunan menu makanan bagi penerima layanan gizi.
Salah satu peserta, Thoriq Azis, yang sehari-hari bertugas sebagai juru masak di SPPG Nogotirto, Gamping, menyampaikan bahwa bimtek ini membuka wawasan para juru masak mengenai pentingnya variasi menu berbasis ikan.
Menurutnya, dengan menu yang lebih beragam, masyarakat penerima layanan makanan bergizi diharapkan tidak merasa bosan sekaligus tetap memperoleh asupan protein yang cukup.
“Melalui pelatihan ini kami jadi lebih percaya diri dalam mengolah bahan pangan berbasis ikan. Harapannya, makanan yang kami sajikan tidak hanya bergizi tetapi juga lebih variatif dan disukai oleh penerima manfaat,” ujarnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)