Pokja Kalurahan Sehat Banyuraden Jadi Motor Penggerak Kabupaten Sehat
- Sep 11, 2025
- Adnan Nurtjahjo
- Berita Pemerintahan
Sleman – Pemerintah Kalurahan Banyuraden bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman menggelar sosialisasi guna mendorong terwujudnya Kabupaten Sehat yang berlangsung di Ruang Rapat Kalurahan Banyuraden, Sleman, Kamis (11/9/2025).
Kehadiran berbagai tokoh masyarakat, Kader PKK, kader kesehatan, serta perangkat kalurahan menegaskan bahwa upaya mewujudkan kabupaten sehat tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus melibatkan semua lapisan.
Forum yang dibuka oleh Lurah Banyuraden, Sudarisman diisi dengan diskusi strategis oleh Kelompok Kerja (Pokja) Kelurahan Sehat yang membahas peran penting mereka sebagai ujung tombak perubahan sekaligus motor penggerak dalam merancang dan mengawal program-program kesehatan berbasis masyarakat.
Dalam sambutannya, Sudarisman menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Menurutnya Pokja PKK yang membidangi kesehatan tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan dari pemerintah kalurahan, puskesmas, institusi pendidikan, maupun organisasi kemasyarakatan.
“Kerja sama lintas bidang inilah yang diyakini mampu menghasilkan dampak nyata, dalam mengatasi masalah kesehatan seperti stunting, penyakit menular, maupun kesehatan mental masyarakat,” lanjutnya.
Melalui pendekatan partisipatif, masyarakat diajak bukan hanya menjadi objek penerima program, melainkan sebagai subjek aktif yang mampu mengelola potensi lokal. Misalnya, pemanfaatan pekarangan untuk tanaman obat keluarga (TOGA) dan pengolahan sampah mandiri yang kini mulai menjadi budaya di beberapa padukuhan Banyuraden.
Senada hal tersebut, Suyanto selaku Panewu Gamping menyoroti pentingnya edukasi kesehatan yang berkelanjutan. Informasi mengenai gizi seimbang, pencegahan penyakit, hingga pola hidup sehat perlu disampaikan dengan cara-cara kreatif agar mudah dipahami warga.
Kegiatan sosialisasi di balai padukuhan, sekolah, hingga forum pengajian menjadi wadah efektif untuk menyampaikan pesan kesehatan. Strategi komunikasi ini menjadi kunci agar masyarakat tidak hanya tahu, tetapi juga mau dan mampu mempraktikkan perilaku hidup sehat.
Suyanto menyarankan adanya strategi perihal edukasi kesehatan untuk melakukan perubahan perilaku masyarakat. Namun, perlu disadari bahwa perubahan perilaku membutuhkan proses yang panjang. Karena itu, perlu menggandeng tokoh masyarakat untuk menjadi teladan dan penyampai pesan sehat dalam forum-forum warga.
Keterlibatan generasi muda menjadi bagian penting dari strategi melalui kegiatan olahraga, kampanye digital, hingga inovasi teknologi sederhana untuk mendukung kesehatan masyarakat. Dengan cara ini, gerakan kabupaten sehat tidak hanya berbasis pada generasi tua, tetapi juga diwariskan pada generasi penerus yang lebih melek teknologi dan inovatif. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)