Polsek Gamping Ajak Siswa SMA Islam 1 Sleman Rayakan Kelulusan Secara Positif
- May 05, 2026
- Adnan Nurtjahjo
- Pendidikan
Sleman – Upaya pencegahan potensi gangguan keamanan pasca pengumuman kelulusan terus diperkuat jajaran kepolisian. Hal ini terlihat dari kegiatan patroli dan edukasi yang dilakukan oleh Kepolisian Sektor Gamping di SMA Islam 1 Sleman yang berlokasi di jalan Wates KM. 4,5 Banyuraden, Gamping, pada Selasa (5/5/2026).
Kegiatan tersebut menekankan pentingnya antisipasi konvoi kendaraan dan potensi tawuran antar pelajar yang kerap terjadi usai momen kelulusan pelajar tingkat SMA/SMK sederajat.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kepolisian Sektor Gamping, AKP Bowo Susilo bersama Unit Patroli berkoordinasi dengan para guru terkait pengawasan siswa setelah pengumuman kelulusan. Ia menyampaikan bahwa masa kelulusan seharusnya menjadi momentum refleksi dan rasa syukur, bukan dirayakan dengan aktivitas yang berisiko.
“Konvoi kendaraan yang tidak tertib serta aksi coret-coret seragam dinilai dapat membahayakan keselamatan sekaligus mengganggu ketertiban umum,” jelasnya.
AKP Bowo Susilo mengimbau agar para siswa merayakan kelulusan dengan cara yang positif dan tidak melakukan aksi konvoi di jalan raya, balap liar, corat-coret fasilitas umum, vandalisme maupun tawuran yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
Lebih lanjut, di hadapan para guru, AKP Bowo Susilo menegaskan bahwa konvoi di jalan raya berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas, terlebih jika dilakukan tanpa pengamanan dan melibatkan penggunaan knalpot tidak standar. Selain itu, tindakan tersebut juga sering memancing gesekan dengan kelompok pelajar lain yang berujung pada konflik terbuka.
Pihak kepolisian juga mengingatkan bahwa tawuran antar pelajar tidak hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga berdampak luas bagi keluarga dan lingkungan sekolah. Konsekuensi hukum dari tindakan tersebut pun tidak ringan, karena dapat masuk dalam kategori tindak pidana yang berujung pada proses hukum.
“Upaya preventif ini diharapkan mampu mengalihkan euforia kelulusan ke arah yang lebih konstruktif seperti aksi sosial, doa bersama, maupun kegiatan kreatif yang tidak melanggar aturan,” sambung AKP Bowo Susilo.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran kolektif seluruh pihak semakin meningkat dalam menjaga kondusivitas wilayah, khususnya di Gamping. Momentum kelulusan pun dapat dirayakan dengan cara yang lebih bijak, aman, dan memberikan kenangan positif bagi para pelajar. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)