PPL Sleman Dampingi Gapoktan Ambarketawang Jaya Terapkan Pola Tanam Padi Sesuai Musim

  • May 12, 2026
  • Adnan Nurtjahjo
  • Pertanian

Sleman — Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Dinas Pertanian Kabupaten Sleman memberikan edukasi kepada para petani terkait program pemerintah dalam mendukung ketahanan pangan nasional di Padukuhan Watulangkah, Kalurahan Ambarketawang, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Selasa (12/5/2026). Kegiatan tersebut difokuskan pada pentingnya penyesuaian jenis padi dengan kondisi musim tanam di masing-masing wilayah guna meningkatkan hasil panen dan meminimalkan risiko gagal panen.

Forum yang merupakan pertemuan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Ambarketawang Jaya diikuti oleh anggota Kelompok Wanita Tani (KWT), Dukuh se-Kalurahan Ambarketawang, Bhabinkamtibmas Ambarketawang, Aiptu Ibnu Prastowo, serta Ulu-Ulu Ambarketawang, Sigit Suprono yang mendampingi Lurah Ambarketawang, Sumaryanto.

Selama penyuluhan, para petani mendapatkan penjelasan dari Utami selaku Penyuluh Pertanian mengenai strategi pola tanam yang tepat berdasarkan kondisi cuaca, curah hujan, ketersediaan air irigasi, serta karakteristik lahan pertanian setempat. 

“Edukasi ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian sebagai penopang utama ketahanan pangan nasional di tengah perubahan iklim yang semakin dinamis,” terangnya,

Utami menyampaikan bahwa pemilihan varietas padi yang sesuai musim sangat menentukan produktivitas pertanian. Pada musim penghujan, petani dianjurkan menggunakan varietas yang tahan terhadap genangan dan serangan penyakit, sedangkan pada musim kemarau disarankan memilih jenis padi yang memiliki ketahanan terhadap keterbatasan air serta masa tanam yang relatif singkat.

Selain itu, para petani juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya kalender tanam terpadu agar proses budidaya dapat berjalan lebih efektif dan efisien. 

"Dengan pola tanam yang terencana, petani dapat mengoptimalkan penggunaan pupuk, pengairan, serta pengendalian hama dan penyakit tanaman secara lebih tepat sasaran," jelas Utami.

Sementara itu, menurut Dukuh Watulangkah, Slamet, perubahan cuaca yang tidak menentu dalam beberapa tahun terakhir menjadi tantangan tersendiri bagi sektor pertanian. Oleh karena itu, edukasi dan pendampingan kepada petani perlu terus dilakukan agar masyarakat tani mampu beradaptasi dengan kondisi iklim yang berubah serta tetap menjaga stabilitas produksi pangan daerah.

Para petani yang hadir menyambut baik kegiatan penyuluhan ini karena dinilai memberikan pengetahuan praktis yang dapat langsung diterapkan di lahan pertaniannya. Mereka berharap pendampingan dari pemerintah terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga petani dapat lebih siap menghadapi berbagai tantangan di sektor pertanian.

“Forum seperti ini menjadi sarana mempererat komunikasi antara pemerintah dan kelompok tani di wilayah Ambarketawang. Melalui dialog dan diskusi yang berlangsung, petani dapat menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi di lapangan, mulai dari pengairan, serangan hama, hingga kebutuhan benih unggul yang sesuai dengan kondisi musim,” beber Slamet.

Pendampingan teknis, edukasi pola tanam, serta optimalisasi pemanfaatan lahan pertanian diharapkan mampu menjaga produktivitas pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Dengan adanya edukasi, seluruh anggota Gapoktan Ambarketawang Jaya semakin memahami pentingnya penerapan pola tanam yang sesuai kondisi musim dan lingkungan setempat. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)