Program KOPI LANSIA Kelas B Dirikan Usaha Parfum Laundry

  • Aug 06, 2025
  • Adnan Nurtjahjo
  • Ekonomi

Sleman – Program Komunikasi Optimalkan Lanjut Usia (KOPI LANSIA) kelas B merupakan bagian dari Layanan Lansia Terintegrasi (LLT) Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman. Merupakan sebuah program berbasis komunitas yang menggabungkan pendekatan kesehatan, sosial, dan ekonomi untuk para warga lanjut usia.

Khusus kelas B, anggotanya sebagian besar adalah lansia perempuan berusia 60 tahun ke atas, yang aktif mengikuti kegiatan rutin seperti senam, seni karawitan, diskusi kesehatan, hingga pelatihan keterampilan.

Bukan hanya semangat untuk sehat dan aktif di usia senja, mereka kini melangkah lebih jauh dengan membuka usaha parfum laundry yang didampingi oleh Ketua Kelas KOPI LANSIA, Isti Rahayu. Usaha ini bukan sekadar wujud produktivitas, melainkan juga sebagai bentuk kemandirian ekonomi berbasis komunitas lansia.

Gagasan membuka usaha muncul secara organik dari obrolan ringan selepas pertemuan. Beberapa anggota bercerita mengenai keluhan cucian yang cepat apek meski sudah dijemur, termasuk mahalnya harga parfum laundry di pasaran. Dari percakapan itulah muncul ide untuk membuat usaha parfum bersama.

Tak lama berselang, Ketua program LLT Lantip, Sayekti Rahayu sekaligus Manajer Operasional bersama tim fasilitator dari Kalurahan Banyuraden menghubungkan mereka dengan pelatih kewirausahaan lokal. Dimulailah sesi pelatihan yang diberikan oleh Programmer Lansia, Murajiyem mengenai dasar-dasar pembuatan parfum laundry, pengenalan bahan baku seperti essence, pelarut, dan pewarna. Selanjutnya mencoba dan menyesuaikan formulasinya hingga mendapatkan komposisi yang tepat.

Proses belajar tak selalu mudah, terutama karena sebagian anggota belum akrab dengan takaran dan pencatatan. Namun dengan kesabaran dan kerja sama, para lansia saling membantu.

“Kami belajar pelan-pelan, kadang lupa. Namun justru seru karena kami saling tertawa dan saling mengingatkan,” ujar Isti Rahayu yang dipercaya sebagai koordinator produksi, Rabu (6/8/2025).

Dalam sebulan, mereka mampu memproduksi 24 botol ukuran 330 ml seharga Rp10.000 yang dikemas secara sederhana namun menarik dan dipasarkan secara offline dan online melalui WhatsApp grup.

Permintaan mulai berdatangan, termasuk dari pemilik jasa laundry kecil di sekitar wilayah Kapanewon Gamping. Selain itu, program pelatihan lanjutan seperti manajemen keuangan dan pengemasan produk tengah disiapkan agar para lansia dapat semakin profesional.

Selanjutnya aspek komunikasi dalam KOPI LANSIA pun semakin terasah. Dalam proses produksi dan pemasaran, para anggota dituntut untuk berbicara, berdiskusi, bahkan berdebat kecil, yang semuanya berpengaruh baik untuk kesehatan mental dan sosial mereka. Interaksi semacam ini mencegah isolasi sosial yang kerap dialami lansia di masa tua.

Lebih lanjut, Ketua Layanan Lansia Terintegrasi Banyuraden, Sayekti Rahayu menyebut bahwa usaha parfum ini adalah bukti bahwa lansia mampu mandiri bila diberi ruang, bimbingan, dan kesempatan.

“Kopi Lansia bukan hanya soal duduk bersama, tapi juga tumbuh bersama. Kami ingin para lansia aktif, sehat, dan tetap produktif,” ucapnya.

Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa lansia bukan kelompok pasif yang hanya bergantung, melainkan bisa menjadi pelaku aktif pembangunan ekonomi lokal. Dengan sedikit dukungan, kreativitas mereka bisa menghasilkan produk yang kompetitif dan berdaya saing di pasaran.

Usaha parfum laundry ini menjadi contoh konkret bahwa pemberdayaan lansia dapat dirancang lewat pendekatan holistik dengan menyatukan aspek kesehatan, sosial, dan ekonomi. Dari botol kecil berisi wangi, tersimpan harapan besar bahwa menjadi tua bukan akhir dari produktivitas, melainkan babak baru untuk berkarya dan memberi manfaat. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)