Puskesmas Gamping II Perkuat Sinergi Kesehatan Lewat Lokakarya Mini Lintas Sektor
- Nov 12, 2025
- Adnan Nurtjahjo
- Kesehatan
Sleman – Puskesmas Gamping II kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan melalui kegiatan Lokakarya Mini Lintas Sektor Tribulan IV yang digelar di Aula Husada, Rabu (12/11/2025). Kegiatan ini menjadi wadah strategis bagi berbagai unsur masyarakat dan lembaga lintas sektor untuk memperkuat sinergi dalam menjaga kesehatan bersama.
Tak sekadar pertemuan rutin, lokakarya ini menjadi momentum refleksi dan konsolidasi untuk memastikan bahwa seluruh pihak bergerak dalam satu arah yaitu mewujudkan masyarakat Gamping yang sehat, mandiri, dan berdaya.
Dalam sambutannya, Kepala Puskesmas Gamping II, dr. Aris Misyari menekankan pentingnya kolaborasi dalam membangun kesadaran hidup sehat. Menurutnya, kesehatan bukan hanya tanggung jawab tenaga medis, melainkan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat.
“Melalui lokakarya lintas sektor ini, kami berharap muncul kesepahaman dan langkah konkret antar instansi, baik dari pemerintahan, pendidikan, swasta maupun masyarakat, untuk menciptakan lingkungan yang sehat,” ujarnya.
Kegiatan dihadiri oleh Panewu Gamping, Suyanto, bersama Kepala Jawatan Sosial Kapanewon Gamping, Ummul Chusnah, perwakilan Kepolisian Sektor Gamping, Koramil 17/Gamping, Kantor Urusan Agama, Pelayanan Pendidikan, Lurah, Ketua TP-PKK, kader kesehatan Kalurahan Banyuraden, Nogotirto dan Trihanggo, Bhabinkamtibmas, Babinsa wilayah kerja Puskesmas Gamping II, perwakilan serta rumah sakit se-Kapanewon Gamping,
Diskusi lintas sektor ini membahas berbagai isu aktual seperti peningkatan cakupan imunisasi, pencegahan stunting, pengendalian penyakit menular, hingga gerakan masyarakat hidup sehat (GERMAS). Masing-masing peserta berkesempatan menyampaikan perkembangan dan tantangan di wilayahnya, sehingga dihasilkan rumusan langkah bersama yang lebih komprehensif.
Panewu gamping, Suyanto menekankan bahwa keberhasilan program kesehatan tidak lepas dari dukungan semua pihak, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat. Ia menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor untuk memperkuat sistem kesehatan berbasis komunitas. “Kesehatan masyarakat tidak bisa dicapai sendirian. Butuh kerja sama yang solid antara pemerintah, tenaga medis, dan masyarakat. Di sinilah peran lokakarya lintas sektor menjadi sangat vital,” katanya.Selain menjadi forum koordinasi, lokakarya mini ini juga menjadi sarana edukasi bagi peserta untuk meneguhkan pola pikir sehat. Tim promosi kesehatan dari Puskesmas Gamping II memaparkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, memperhatikan gizi seimbang, serta menjauhi kebiasaan buruk seperti merokok dan konsumsi makanan tinggi gula. Pesan utamanya sederhana namun kuat yaitu pola hidup sehat harus menjadi budaya, bukan sekadar wacana.
Kesadaran kolektif menjadi fondasi penting dalam membangun kesehatan masyarakat. Melalui pendekatan lintas sektor, setiap elemen masyarakat diajak berpartisipasi aktif, tidak hanya sebagai penerima layanan tetapi juga pelaku utama dalam upaya preventif dan promotif kesehatan. Gotong royong menjadi nilai yang dihidupkan kembali dalam setiap langkah kecil yang dilakukan bersama, mulai dari kegiatan posyandu, kerja bakti, hingga pembinaan keluarga sehat di tiap dusun.
Lebih dari itu, kegiatan tribulan ini juga berfungsi sebagai ruang evaluasi capaian program kesehatan yang telah dilaksanakan sepanjang tahun. Melalui data dan analisis yang dibagikan, peserta dapat menilai efektivitas kegiatan, memperbaiki strategi, serta mengidentifikasi inovasi yang bisa diterapkan pada periode berikutnya. Pendekatan berbasis data inilah yang membuat Puskesmas Gamping II semakin adaptif terhadap dinamika masyarakat.
Melalui Lokakarya Mini Lintas Sektor Tribulan IV, Puskesmas Gamping II berhasil menegaskan perannya sebagai pusat pemberdayaan masyarakat. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa kesadaran hidup sehat dapat tumbuh kuat jika dilandasi gotong royong dan kepedulian bersama. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)