PWNU DIY Turba ke PCNU Sleman, Teguhkan Soliditas dan Arah Gerakan Organisasi
- Mar 01, 2026
- Adnan Nurtjahjo
- Keagamaan
Sleman — Kegiatan turun ke bawah (turba) yang dilakukan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ke Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sleman menjadi momentum strategis dalam memperkuat konsolidasi organisasi di tingkat daerah. Agenda yang dirangkai dengan buka puasa bersama tersebut berlangsung di Joglo Pendidikan PCNU Sleman pada Minggu (1/3/2026), dengan dihadiri jajaran pengurus wilayah, cabang, serta badan otonom.
Turba tidak sekadar menjadi kunjungan seremonial, melainkan sarana untuk memastikan kesinambungan program kerja antara tingkat wilayah dan cabang. Melalui dialog langsung, pengurus PWNU DIY dapat memetakan berbagai dinamika, tantangan, serta potensi yang dimiliki PCNU Sleman beserta 17 Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama dan badan otonomnya dalam menjalankan peran keumatan dan kebangsaan.
Dalam sambutannya, Dr. KH. Ahmad Zuhdi Muhdlor selaku Ketua Tanfidziyah PWNU DIY, menegaskan bahwa turba merupakan bagian dari komitmen organisasi untuk hadir secara nyata di tengah struktur yang lebih bawah. “Dengan pendekatan ini, kebijakan yang dirumuskan di tingkat wilayah diharapkan lebih kontekstual dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat di tingkat akar rumput,” sambungnya.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi forum evaluasi terhadap pelaksanaan program yang telah berjalan. PCNU Sleman menyampaikan sejumlah capaian, termasuk penguatan kelembagaan, pemberdayaan ekonomi umat, hingga pengembangan dakwah berbasis kultural yang relevan dengan kondisi masyarakat lokal.
Momentum bulan suci Ramadan semakin menambah nilai spiritual dalam kegiatan tersebut. Buka puasa bersama yang digelar usai rangkaian diskusi menjadi simbol kebersamaan dan ukhuwah, sekaligus mempererat hubungan emosional antar pengurus di semua tingkatan.
Ketua Tanfidziyah PCNU Sleman, H. Sidiq Pramono dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas perhatian dan pendampingan yang diberikan PWNU DIY. Menurutnya, turba menjadi ruang penting untuk menyampaikan aspirasi sekaligus mendapatkan arahan strategis demi penguatan organisasi ke depan.
Lebih lanjut, kegiatan ini juga menegaskan pentingnya sinergi antar struktur dalam menghadapi berbagai tantangan zaman, termasuk transformasi digital, penguatan moderasi beragama, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan Nahdlatul Ulama.
“Dengan adanya turba ini, diharapkan terbangun komunikasi yang lebih intensif dan konstruktif antara PWNU DIY dan PCNU Sleman. Hal ini menjadi fondasi penting dalam menjaga soliditas organisasi sekaligus meningkatkan efektivitas gerakan sosial-keagamaan yang dijalankan,” terang H. Sidiq.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipandu oleh Rois Syuriah PCNU Kabupaten Sleman, KH. Muhammad Syakir Ali dilanjutkan buka puasa dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Melalui turba dan silaturahmi ini, Nahdlatul Ulama diharapkan semakin kokoh dalam menjalankan perannya sebagai pilar keagamaan dan kebangsaan di tengah masyarakat. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)